SuaraJogja.id - Sejumlah pedagang kebutuhan pokok di Pasar Beringharjo, Kota Jogja mengeluhkan praktik tying yang dialami saat membeli minyak goreng dari distributor yang ada di wilayah DI Yogyakarta. Meski ketersediaan minyak goreng masih ada, para pedagang harus membeli barang lain untuk mendapatkan minyak goreng.
Untuk diketahui praktik tying adalah usaha penjual memberikan syarat pada konsumen untuk membeli barang kedua setelah membeli barang pertama. Secara undang-undang hal itu bertentangan dengan hukum antimonopoli dan dapat dikenai sanksi.
Seorang pedagang sembako dan kebutuhan pokok di Pasar Beringharjo, Iswarini (72) mengatakan bahwa pembelian minyak goreng di salah satu distributor yang tidak disebutkan namanya mewajibkan untuk membeli barang lainnya.
"Belinya harus pesan dulu, hari ini saya pesan tiga karton. Satu karton isinya 12 buah masing-masing 1 liter. Tapi kalau beli lima karton harus beli bumbu tabur yang mereka jual," kata Iswarini ditemui di Pasar Beringharjo, Kota Jogja, Rabu (23/2/2022).
Baca Juga:Juru Parkir Pasar Beringharjo Meninggal Saat Keluarkan Motor dan 4 Berita SuaraJogja
Rini sapaannya merasa terbebani karena kebutuhan yang diperlukan hanya satu barang saja. Ketika harus membeli barang lain, uang yang dibayarkan jadi sia-sia.
"Kalau saya beli minyak goreng itu harus beli 1 sabun. Jadi kalau beli 12 minyak goreng (1 karton) yang harus beli 12 sabun. Satu sabun sudah dihargai Rp2 ribu dari sana, jadinya kan kita tidak butuh terpaksa harus beli juga," keluh dia.
Terkadang jika yang membeli dari kios tertentu, distributor mewajibkan membeli bahan seperti kecap dan juga agar-agar sachet.
"Jadi kita tidak bisa memilih barang keduanya apa, sudah ditentukan oleh distributornya. Kalau meminta barang lain tidak boleh," ujar Rini.
Diakuinya, meski memiliki stok minyak goreng di toko, harga satu liter minyak goreng dihargai lebih dari Rp14 ribu sesuai ketentuan pemerintah.
Baca Juga:Tak Sengaja Injak Sandal, Juru Parkir Pasar Beringharjo Meninggal Saat Keluarkan Motor
"Ya dijual Rp15-16 ribu, kita juga memperhitungkan untung ruginya," kata dia.
- 1
- 2