Pedagang lainnya, Joko (50) mengaku bahwa ketersediaan minyak goreng masih belum stabil hingga saat ini. Distributor juga cukup lama ketika mengirim minyak goreng.
"Akhirnya kita membeli dari tempat lain. Harganya malah lebih tinggi," kata dia.
Joko tak menampik bahwa dirinya mengalami tying saat membeli minyak goreng. Hal itu juga memberatkan karena biaya yang sudah dikeluarkan untuk membeli minyak goreng harus membeli barang lain yang sulit laku.
"Misal kita menyiapkan Rp800 ribu untuk membeli dua dus minyak goreng, kita menyiapkan uang lain untuk membeli barang lain. Parahnya, barang yang harus kita beli ini susah lakunya," kata dia.
Baca Juga:Juru Parkir Pasar Beringharjo Meninggal Saat Keluarkan Motor dan 4 Berita SuaraJogja
Meski demikian pihaknya mengikuti permintaan dari distributor dan juga beberapa toko besar yang melakukan tying. Hal itu mengingat kebutuhan minyak goreng masih diperlukan sampai hari ini.