5 Kerajaan Islam Pertama di Pulau Jawa, Tonggak Awal Penyebaran Islam di Nusantara

Pada awal masuknya Islam ke Tanah Air, ada sejumlah kerajaan Islam yang berkembang di berbagai daerah, salah satunya Pulau Jawa.

Pebriansyah Ariefana
Rabu, 23 Februari 2022 | 17:38 WIB
5 Kerajaan Islam Pertama di Pulau Jawa, Tonggak Awal Penyebaran Islam di Nusantara
Masjid Agung Demak, Salah Satu Peninggalan Kerajaan Demak (pariwisata.demakkab.go.id)

Kerajaan Mataram Islam adalah salah satu kerajaan yang tersohor di Nusantara. Kerajaan yang berdiri tahun 1588 itu memiliki wilayah yang luas meliputi Jawa, Madura hingga Sukadana atau Kalimantan Barat. Kerajaan yang dipimpin Dinasti Mataram ini menemui puncak kejayaannya abad 16, saat Hanyakrakusuma berkuasa.

Saking kuatnya, saat penjajahan Belanda, Kesultanan Mataram secara de facto merupakan kerajaan sendiri atau Negara sendiri yang berdaulat dan tidak berada di bawah jajahan Belanda.

Kerajaan Mataram dan Belanda (VOC) saling mengirim utusannya masing-masing layaknya duta besar untuk menjalin kerjasama dan mempererat hubungan antara kerajaan Mataram dengan pihak Belanda (VOC).

Salah satu Raja yang cukup terkenal dari kerajaan Mataram ini adalah Sultan Agung, Raja Sultan Agung membuat Kerajaan Mataram menjadi makmur, damai dan sejahtera.

Baca Juga:Tata Cara Membayar Fidyah Puasa Bulan Ramadhan 2022 dan Daftar Orang yang Wajib Bayar Fidyah

Bahkan Sultan Agung juga dinobatkan sebagai salah satu pahlaan nasional Indonesia. Peninggalan kerajaan yang runtuh tahun 1680 itu masih ada hingga saat ini dan menjadi daya tarik wisatawan.

Itulah lima kerajaan Islam di Pulau Jawa. Dari sejarah, kita dapat mengambil banyak hikmah. Kesuksesan mereka menyebarkan Islam di Pulau Jawa patut menjadi teladan.

Di sisi lain, keruntuhan satu per satu kerajaan tersebut karena perebutan kekuasaan juga dapat menjadi pelajaran kita untuk memperkuat persatuan bangsa.

Kontributor : Alan Aliarcham

Baca Juga:Ijtima Ulama dan Pemuda Islam Indonesia Sulawesi Selatan Deklarasi Dukung Sandiaga Uno Calon Presiden 2024

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak