Hadapi Libur Panjang Isra' Mi'raj, Pemkot Jogja Pastikan Tak ada Pembatasan Wisatawan

Pemkot meminta pada wisatawan yang memutuskan datang ke Jogja, melengkapi persyaratan.

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora
Jum'at, 25 Februari 2022 | 17:21 WIB
Hadapi Libur Panjang Isra' Mi'raj, Pemkot Jogja Pastikan Tak ada Pembatasan Wisatawan
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi ditemui wartawan di kompleks Balai Kota Yogyakarta, Jumat (18/2/2022). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

SuaraJogja.id - Pemkot Yogyakarta tak membuat aturan pembatasan khusus menghadapi libur panjang Isra' Mi'raj yang jatuh pada 26-28 Februari 2022 mendatang, meski kasus Covid-19 masih meningkat signifikan. Pemkot meminta pada wisatawan yang memutuskan datang ke Jogja, melengkapi persyaratan. 

Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi ditemui usai penandatanganan MOU antara Pemkot Yogyakarta dan Organisasi Bantuan Hukum (OBH) se-DIY di ruang Yudistira kompleks Balai Kota Yogyakarta, Jumat (25/2/2022). 

"Prinsipnya, kami tidak membatasi orang untuk berinteraksi termasuk mobilitas masyarakat. Yang paling penting semua syarat perjalanan masa PPKM dipenuhi," kata Heroe. 

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta itu meningkatkan bahwa virus Covid-19 varian Omicron masih mengancam jiwa meski diketahui tak seberbahaya Delta. Selain itu, tak hanya Jogja, kota besar dan wilayah di Indonesia masih ditemukan kasus baru Covid-19. 

Baca Juga:Besok, Isra Mi'raj Dilantik Jadi Ketua DPRD Cilegon

"Memang beberapa kota sudah terlihat penurunan kasus. Tapi di beberapa daerah juga masih terjadi cukup banyak, termasuk di Jogja," ungkap dia.

Heroe berharap masyarakat tak mengabaikan prokol kesehatan (prokes) meski tak ada kebijakan pembatasan pelaku perjalanan di libur panjang Isra' Mi'raj ini.

"Selama liburan jangan lupa menerapkan prokes yg baik. Karena Omicron ini sekali lagi tingkat penularannya jauh lebih cepat, kalau di Kota Yogyakarta 10 kali lebih tinggi penularannya. Memang tidak berbahaya bagi yang sehat atau imunnya bagus, tapi kelompok seperti lansia, anak-anak dan warga dengan penyakit bawaan itu yang harus dijaga," ujar dia. 

Bukan tanpa alasan Heroe mewanti-wanti bagi masyarakat untuk tetap menjaga prokes. Pasalnya pasien Covid-19 tidak mengalami gejala, hal itu yang dikhawatirkan menularkan pada kelompok rentan. 

"Jadi meskipun ada libur, ya kita semua harus bisa mengatasi bersama. Covid-19 ini untuk secepatnya kita turunkan. Semoga kalau kita semua disiplin saya yakin segera turun kasusnya," ujar Heroe. 

Baca Juga:Memperingati Isra Mi'raj, Jokowi: Hanya Kepadanya Kita Berlindung

Heroe memprediksi bahwa penurunan kasus Covid-19 di Kota Jogja masih memakan waktu hingga awal Maret mendatang. Hal itu menyusul kota-kota lain telah mengalami penurunan kasus Covid-19. 

"Kita tidak bisa menentukan apakah memang nanti Maret kasus tersebut mulai turun. Harapannya memang seperti itu, namun kalau tidak dibarengi dengan kedisiplinan prokes harapan ini sulit terjadi," ujarnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini