Sekda Jateng, Sumarno mengatakan, perayaan ini adalah momentum merefleksikan diri dan momentum bagaimana mengevaluasi diri. Ketika berbicara bahasa maka hubungan antar manusia menjadi modal yang besar. Indonesia adalah warganya beragam begitu bhineka sehingga hubungan antar manusia menjadi hal penting agar harmonis yang toleran.
"Dirimu adalah diriku, diriku adalah dirimu meskipun beragam satu kesatuan,"tegasnya.
Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Saadi menambahkan, perayaan Nyepi ini diselenggarakan denyan kesederhanaan dan prokes meski tidak mengurangi makna perayaan ini sendiri. Agama harus menjadi sumber inspirasi dalam kehidupan berbangsa.
"Menghormati dan mencintai alam dan tema peringatan Hari Raya Nyepi ini sesuai roadmap modernisasi kehidupan beragama,"tambahnya.
Baca Juga:Besok, Menteri Agama Yaqut Cholil Resmikan Candi Prambanan Sebagai Tempat Peribadatan Umat Hindu
Kontributor : Julianto