facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Terdampak Keberadaan YIA, Sebanyak Enam Investasi Masuk ke Kulon Progo

Galih Priatmojo Jum'at, 11 Maret 2022 | 15:18 WIB

Terdampak Keberadaan YIA, Sebanyak Enam Investasi Masuk ke Kulon Progo
Bupati Kulon Progo Sutedjo. (ANTARA/Sutarmi)

keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta sangat besar di bidang investasi di luar investasi pemerintah

SuaraJogja.id - Investasi untuk pembangunan enam hotel masuk ke Kabupaten Kulon Progo, selama 2021 sebagai dampak beroperasinya Bandara Internasional Yogyakarta, kata Bupati Kulon Progo Sutedjo.

Enam hotel tersebut adalah Cordia Hotel, Daffam, IBIS, Novotel, Grand Progo, dan Swiss Bell.

"Dari enam hotel tersebut, terdapat satu hotel yang sudah beroperasi yaitu Cordia Hotel, sementara Hotel Dafam ditargetkan mulai beroperasi pada April 2022 ini," kata Sutedjo seperti dikutip dari Antara, Jumat (11/3/2022).

Ia mengatakan dampak keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta sangat besar di bidang investasi di luar investasi pemerintah, sehingga diharapkan mendongkrak perekonomian Kulon Progo.

Baca Juga: Persyaratan Tes PCR dan Antigen Dihapus, Pemkab Kulon Progo Siapkan Fasyankes dan Dorong Percepatan Vaksinasi

Pemkab Kulon Progo juga berkomitmen mempermudah investasi yang masuk ke Kulon Progo, dan masyarakat diharapkan untuk menyiapkan diri terbuka terhadap investasi.

"Investasi yang masuk ke Kulon Progo akan berdampak pada percepatan pertumbuhan ekonomi, dan diharapkan menurunkan pengangguran atau menciptakan lapangan pekerjaan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kulon Progo Heriyanta mengatakan Penanam Modal Asing (PMA) 2021 dengan nilai investasi tertinggi pada sektor industri dan disusul sektor pertambangan. Sedangkan dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) 2021 dengan nilai investasi tertinggi pada sektor pariwisata yaitu pembangunan hotel bintang, disusul sektor peternakan dan industri.

Realisasi investasi di Kabupaten Kulon Progo mencapai Rp541,56 miliar. Jumlah tersebut terbagi dalam dua kategori yaitu PMA sebesar Rp24,49 miliar dan PMDN Rp517,06 miliar.

Realisasi investasi dari masing-masing triwulan pada 2021, yakni triwulan pertama realisasi investasi mencapai Rp306,26 miliar, kemudian pada triwulan kedua Rp52,57 miliar, triwulan ketiga Rp 83,12 miliar, dan pada triwulan keempat terakhir kemarin Rp99,59 miliar.

Baca Juga: Naik PPKM Level 4, Kulon Progo Batasi Kegiatan Masyarakat Maksimal Kapasitas 25 Persen di Semua Sektor

"Sektor yang menyumbangkan realisasi investasi cukup besar yaitu perhotelan, kemudian farmasi, baru perdagangan," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait