TPST Piyungan Ditutup 3 Hari, Administrator Ungkap Seharusnya Butuh Waktu Seminggu

TPST Piyungan ditutup lantaran jumlah sampah sudah melebih kapasitas (overload).

Eleonora PEW | Rahmat jiwandono
Jum'at, 18 Maret 2022 | 18:00 WIB
TPST Piyungan Ditutup 3 Hari, Administrator Ungkap Seharusnya Butuh Waktu Seminggu
Suasana hari pertama penutupan TPST Piyungan, Kabupaten Bantul pada Jumat (18/3/2022). - (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

Ia menyatakan, sejatinya waktu penutupan tiga hari untuk perluasan lahan dianggap tidak cukup. Idealnya butuh waktu satu minggu, tetapi bila hal itu diterapkan, maka sampah-sampah di tempat pembuangan akan semakin menumpuk.

"Target (harus) selesai dalam tiga hari saja malamnya harus lembur. Sebenarnya waktu yang dibutuhkan idealnya satu minggu. Kalau itu diterapkan sampahnya akan semakin menumpuk, memang sekarang banyak orang yang mengeluh karena sampah-sampahnya tidak bisa diangkut," terangnya.

Ditambahkannya, dalam satu hari ada sekitar 200 truk pengangkut sampah yang masuk ke TPST Piyungan. Adapun tonase sampah yang dibuang justru mengalami lonjakan.

"Sehari ada sekitar 200 truk pengangkut sampah masuk ke sini. Jumlah tonasenya mencapai 770 ton dari wilayah Sleman, Kota Jogja, dan Bantul. Padahal sebelumnya 750 ton, ada tambahan 20 ton sampah," ujarnya.

Baca Juga:Benarkah Rencana Pelabelan BPA oleh BPOM Picu Sampah Plastik? Begini Penjelasannya

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak