Angka Kemiskinan di Bantul Meningkat Selama Pandemi, Terkonsentrasi di Dua Kapanewon Ini

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan bahwa selama pandemi Covid-19 angka kemiskinan di wilayahnya meningkat.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Senin, 28 Maret 2022 | 07:39 WIB
Angka Kemiskinan di Bantul Meningkat Selama Pandemi, Terkonsentrasi di Dua Kapanewon Ini
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. [Rahmat Jiwandono / SuaraJogja.id]

SuaraJogja.id -  Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia termasuk Indonesia selama dua tahun lebih ini cukup berdampak. Salah satunya terhadap angka kemiskinan di setiap daerah yang ada, tak terkecuali Kabupaten Bantul

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan bahwa selama pandemi Covid-19 angka kemiskinan di wilayahnya meningkat. Padahal pada sebelum pandemi melanda angka kemiskinan itu sudah berhasil diperbaiki. 

"Tahun 2019 sebelum pandemi, berbagai indikator keberhasilan pembangunan kita itu sudah meningkat secara konsisten. Termasuk penurunan kemiskinan, tahun 2019 itu sudah hampir mencapai 11 persen dari 10-5 tahun yang lalu itu sudah turun secara konsisten," kata Halim di Pendopo Parasamya Bantul, Minggu (27/3/2022).

Namun sejak pandemi Covid-19 yang melanda panda tahun 2020 dan berlanjut hingga 2021 angka kemiskinan itu kembali meningkat. Tercatat peningkatan angka kemiskinan itu cukup signifikan hingga menembus 14 persen.

Baca Juga:Gelar Silatnas, Paguyuban Warkaban Dorong Bantul Segera Punya Badan Riset dan Inovasi Daerah

"Sehingga Ini satu keprihatinan bagi Kabupaten Bantul bagaimana caranya agar pemulihan ini bisa dilakukan dengan cepat. Hanya kemiskinan itulah yang menjadi momok bagi kabupaten karena hampir seluruh indikator pembangunan itu mencapai capaiannya yang baik," tuturnya.

Disampaikan Halim, angka kemiskinan di Bumi Projotamansari yang meningkat selama pandemi tersebut ternyata terkonsentrasi. Dalam artian hanya ada dalam hal ini dua kapanewon yang memang menjadi dua kantong kemiskinan di Bantul.

"Kantong kemiskinan kita itu tinggal dua di Imogiri dan Pandak. Angka kemiskinan itu naik tetapi tinggal terkonsentrasi di dua kapanewon itu," bebernya.

Walaupun begitu, di sisi lain meningkatnya angka kemiskinan tidak dibarengi dengan angka pengangguran yang bisa lebih ditekan. Menurutnya, masyarakat yang cerdas dapat menjadi modal kuat bagi kebangkitan perekonomian di Bantil.

Oleh sebab itu, kata Halim, sesuai dengan apa yang kerap digembar-gemborkan pemerintah pusat dalam beberapa waktu terakhir yakni inovasi. Seharusnya dapat melecut semangat dari seluruh kabupaten dan kota yang ada di Indonesia untuk berkompetisi secara sehat.

Baca Juga:Dinkes Bantul Ungkap Rendahnya Cakupan Vaksin Booster, padahal Jadi Syarat Mudik Lebaran

Khusunya berkompetisi untuk menghasilkan inovasi-inovasi dalam urusan memecah kebuntuan dalam hal kemiskinan. Dengan kata lain juga didorong untuk menciptakan solusi bagi penanggulanan kemiskian yang ada akibat pandemi Covid-19. 

Ketua Umum Warkaban Didik Akhmadi menyatakan terus mendorong pemerintah daerah dalam hal ini Kabupaten Bantul untuk segera dapat memilik badan riset dan inovasi daerah. Hal itu diutarakan dalam silaturahmi nasional (silatnas) 2022 yang menghadirkan sejumlah tokoh hebat.

Ia menilai tidak jarang pemerintah juga membutuhkan berbagai gagasan-gagasan baru dari kalangan masyarakat.Baik mulai dari lingkungan perguruan tinggi maupun dari kelompok-kelompok masyarakat yang ada. 

"Kita memberikan sumbangan pemikiran ketika arus kebijakan nasional ini mengarah kepada penyatuan lembaga riset dan inovasi. Nah kita mulai menggagas ini dari lingkungan masyarakat supaya nanti pada saatnya Bantul bisa membentuk Badan Riset dan inovasi daerah," ungkap Didik.

"Nah sekarang kita memulai. Di sana undang-undangnya transisi-transisi kebijakan ini belum mewujud tapi kita sudah bergerak," ujarnya.

Menurutnya badan riset dan inovasi di tingkat daerah itu menjadi sangat penting. Terlebih dalam mendukung setiap program pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah. 

Bukan memulu hanya mempersiapkan segala program yang terkait pembangunan itu atau malah anggaran-anggaran tahunan yang sifatnya rutin. Tetapi harus ada riset dan inovasi lebih jauh untuk memajukan setiap daerah.

"Harus memikirkan riset dan inovasi, yang kita dapatkan dari luar negeri, partisipasi dari kampus, kelompok-kelompok profesi. Jadi semakin terbuka pemikiran dari situasi di sini," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak