Dituding Melarikan Diri Saat China Tengah Dilanda Pandemi Covid-19 Parah, Ini Penjelasan Pimpinan Alibaba Jia Yangqing

Jia Yangqing dituding melarikan diri dari China saat negara itu dilanda pandemi

Galih Priatmojo
Minggu, 17 April 2022 | 15:40 WIB
Dituding Melarikan Diri Saat China Tengah Dilanda Pandemi Covid-19 Parah, Ini Penjelasan Pimpinan Alibaba Jia Yangqing
Ilustrasi logo perusahaan Alibaba di sebuah gedung di Beijing, Cina (Shutterstock).

Selepas menyelesaikan pendidikan sarjana dan masternya di Tsinghua University, Beijing, Jia berhasil menggondol gelar PhD dari University of California, Berkeley.

Selama menyelesaikan program PhD, dia berhasil menciptakan "source code" Caffe, metode pembelajaran oleh mesin untuk menirukan cara kerja otak manusia, yang selama ini digunakan Microsoft, Yahoo, Nvidia, Adobe, dan lain-lain.

Pada 18 Maret 2019, Alibaba mengumumkan bahwa mantan pakar kecerdasan buatan (AI) Facebook itu bergabung dengan perusahaan yang berkantor pusat di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, sebagai wakil direktur bidang teknologi yang memimpin penelitian dan pengembangan platform komputerisasi mahadata. 

Baca Juga:Update Covid-19 Global: Kasus Positif Mingguan di China Melonjak 60 Persen

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak