facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Catat, Ini Daftar Jalur Alternatif Keluar Masuk DIY

Galih Priatmojo Senin, 25 April 2022 | 17:37 WIB

Catat, Ini Daftar Jalur Alternatif Keluar Masuk DIY
Ilustrasi mudik (Freepik/phc.vector)

Kemudian dari sisi timur kendaraan akan masuk mulai dari Prambanan hingga menuju Kota Yogyakarta.

SuaraJogja.id - Sebanyak 3,9 juta orang pemudik diprediksi masuk ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Lebaran 2022 mendatang. 

Merespon hal tersebut Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIY sudah menyiapkan sejumlah antisipasi untuk memecah kepadatan kendaraan. Salah satunya dengan membuka beberapa jalur alternatif bagi para pemudik di wilayahnya.

Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Iwan Saktiadi menuturkan sejauh ini memang sudah ada empat jalur utama kendaraan sebagai akses keluar masuk DIY. Di antaranya dari sisi utara dari Magelang-Tempel-Sleman menuju ke Ring Road Utara.

Kemudian dari sisi timur kendaraan akan masuk mulai dari Prambanan hingga menuju Kota Yogyakarta. Selanjutnya dari barat kendaraan akan melalui jalur Temon-Wates-Gamping-Sleman-Ring Road Utara. Lalu yang keempat dari jalur selatan yang melalui Wonosari hingga tembus Kota Yogyakarta. 

Baca Juga: Pemudik yang Lewat Jalur Darat Diimbau Gunakan Jalur Alternatif Selatan

"Fokus kami adalah jalur utama. Tentunya jalur utama kita diakses dari seluruh perbatasan Jawa Tengah, Prambanan dari Klaten, Tempel dari Magelang, Kulon Progo dari Purworejo, Kebumen dan jalur selatan," kata Iwan kepada awak media, Senin (25/4/2022).

"Serta Wonogiri yang mungkin prediksinya tidak seberapa favorit walaupun sudah ada di JLS. Kenapa? Karena Wonogiri juga tujuan mudik bukan tempat orang mau mudik ke kita," sambungnya.

Kemudian untuk jalur alternatif sendiri, kata Iwan tercatat setidaknya ada enam titik. Pertama ada jalur alternatif dari Kulon Progo menuju Yogyakarta. 

Pengendara yang datang dari area Sentolo ke arah Nanggulan dapat mengambil arah menuju Moyudan. Lalu kemudian ke arah Minggir hingga menuju Tempel dan dapat melanjutkan ke arah Kota Yogyakarta. 

"Di sini jalur panjang dan sempit dengan kerawanan kurangnya penerangan jalan, jalur padat permukiman," terangnya.

Baca Juga: Sering Dilewati Pemudik, Pemkab Karawang Perbaiki PJU di Sepanjang Jalur Alternatif

Kedua yakni jalur alternatif dari Kulon Progo ke Magelang. Pemudik bisa melewati Klangon menuju Naggulan lalu melewati Ngeplang Kalibawang.

Dari sana pemudik akan menuju ke arah Muntilan hingga berlanjut menuju Magelang. Sama seperti sebelumnya, pengguna jalan diminta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan ketika melintas sebab masih kurangnya penerangan dan jalan yang sempit.

Ketiga ada Jalur alternatif dari Wates-Bantul-Yogyakarta. Di sini pengguna jalan dapat melewati area Toyan Wates menuju Panjatan dilanjutkan ke Brosot lalu Srandakan. Setelah itu bisa menuju Pandak hingga sampai Jalan Parangtritis kemudian dilanjutkan ke Ring Road dan kemudian masuk Kota Yogyakarta.

"Lalu ada jalur alternatif dari Yogyakarta-Bantul-Wonosari. Nanti bisa lewat Kota Yogyakarta menuju Pleret, lanjut ke Imogiri menuju Panggang. Kemudian ke arah Playen dan masuk Wonosari," ungkapnya. 

Kelima ada jalur alternatif yang bisa dilalui pemudik dari Sedayu-Piyungan hingga menuju Klaten. Nantinya dari arah Sedayu pengendara bisa ke arah Pajangan langsung menuju Pandak, Bantul hingga tembus ke Ring Road Selatan menuju Piyungan dan mengambil arah ke Prambanan.

Terakhir ada jalur alternatif dari Magelang-Solo atau sebaliknya. Rute ini akan dimulai dari Tempel ke arah Turi hingga sampai Pakem, Ngemplak, Kalasan. Setelah itu dilanjutkan ke Prambanan hingga akhirnya meneruskan perjalanan ke arah Klaten.

"Saya bisa pastikan semua jalan dalam kondisi baik untuk dilalui," ucapnya.

Ditambahkan Iwan, puncak arus mudik diperkirakan berkisar antara 28, 29 hingga 30 April 2022 mendatang. Ia menjelaskan bahwa Jogja sendiri masih akan menunggu pergerakan situasi kendaraan dari Tol Cikampek. 

Sedangkan untuk kepadatan arus kendaraan untuk berwisata akan mulai terasa pada H+1 Lebaran. 

"Tanggal 28, 29, 30 (April) kemungkinan (puncak arus mudik) tapi fluktuatif sekali, kita akan melihat bagaimana kondisinya nanti. Jadi hari H (Lebaran) rata-rata masyarakat akan bergerak di lingkungannya, di keluarganya saja, belum keluar. Nah H+1 mungkin bagi akan bertujuan mudik kemudian wisata H+1 dan H+2. Kita melihat situasinya di lapangan," tandasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait