Telah memeluk Islam namun tidak istikamah dalam beragama Stevanus mengalami perubahan perilaku selama di Lapas Wirogunan. Baginya Allah SWT menunjukkan jalan bagaimana seorang muslim harus berbuat.
"Saya kebetulan satu kamar dengan bapak-bapak yang rajin mengaji. Awalnya saya tidak menggubris, tapi karena setiap malam dan ketika istirahat sering mendengar dia mengaji, saya tertarik. Dan saya diberitahu kalau di Lapas ini ada Madrasah untuk penghafal Al-Qur'an. Saya bertanya dan akhirnya mendaftar," kata dia.
Tak hanya karena faktor bapak-bapak itu saja, dirinya ingin lebih dekat lagi dengan Islam. Stevanus mendapat kabar gembira bahwa istrinya hamil. Akan menjadi seorang ayah, Stevanus tak ingin ketika keluar Lapas tak ada perubahan signifikan dari dirinya.
"Nah setelah lahiran itu saya merasa tidak boleh salah langkah. Saya muslim tidak mungkin kalau nanti saya tidak bisa mengajari anak saya soal Islam. Maka di sinilah saya belajar banyak, membaca Al-Qur'an hingga hafalan dan pengajian yang rutin dilakukan Kemenag. Saya merasa di Lapas ini benar-benar berniat membuat kami bisa berubah ke arah yang lebih baik," terang pria yang sudah hafal 3 juz Al-Qur'an ini.
Baca Juga:9 Pesona Soraya Larasati Berhijab, Makin Cantik Setelah 10 Tahun Jadi Mualaf
Ia merasa sudah ada perubahan perilaku dari dirinya. Cara bertutur kata lebih tenang dan bisa mengontrol emosi dari sebelumnya.
Perubahan ini tak disangka oleh ayah dan ibunya. Perseteruan antara dia dan ayah mulai mencair, komunikasi juga sudah lebih baik.

"Akhirnya ayah mau menerima saya setelah bertahun-tahun tak setuju dengan keputusan saya. Terakhir berbincang secara virtual, awal bulan kemarin, saya sempat tanya, saya di Lapas puasa, bapak puasa tidak. Ya jawabnya bercanda, kamu duluan saja puasa, nanti bapak nyusul," ujar dia sambil tertawa kecil.
Orang tua Stevanus masih memeluk Kristen. Tak jarang ayahnya menanyakan terkait keyakinan yang sedang dijalani Stevanus, apakah masih bisa istikamah atau tidak. Bagi pria yang saat ini berusia 30 tahun mempertahankan komunikasi yang sudah lebih baik ini antara dia dan ayahnya harus dijaga.
Di penghujung Ramadhan 2022 ini, Stevanus diajukan sebagai warga binaan yang mendapat remisi, namun dirinya belum tahu berapa remisi yang didapatnya.
Menjadi penghafal Al-Qur'an dan sudah 3 juz yang berhasil ia hafalkan, Stevanus tak ingin muluk-muluk dalam pencapaian spiritualnya. Yang terpenting, ia tetap menambah hafalan, dan satu hal lagi, ingin membangun keluarga muslim yang lebih baik.