Asal Muasal Istilah Halalbihalal di Kala Lebaran: Dari Pertengkaran Elite Politik, Soekarno dan KH Abdul Wahab Hasbullah

Istilah halalbihalal saat ini sudah sangat familiar dipakai ketika syawal atau lebaran tiba

Galih Priatmojo
Minggu, 01 Mei 2022 | 18:23 WIB
Asal Muasal Istilah Halalbihalal di Kala Lebaran: Dari Pertengkaran Elite Politik, Soekarno dan KH Abdul Wahab Hasbullah
Presiden Joko Widodo halalbihalal dengan warga di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/6). [ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari]

"Jadi, Bung Karno bergerak menyebarkan istilah halalbihalal lewat instansi pemerintah, sementara KH Wahab menggerakkan warga melalui institusi nonformal," kata Puan.

Istilah halalbihalal akhirnya masih terus dipakai sampai hari ini sebagai kegiatan rutin dan budaya Indonesia setiap perayaan Idul Fitri.

"Semangat yang digagas KH Wahab dan Bung Karno soal halalbihalal selalu relevan untuk terus memupuk persatuan Indonesia yang penuh keberagaman," kata Puan.

Oleh karena itu, dia mengharapkan momen Idulfitri 1443 Hijriah bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat Muslim di Tanah Air untuk menjalin halalbihalal antarsesama.

Baca Juga:Gatot Nurmantyo Bicara Soal Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Singgung Presiden Soekarno dan Soeharto

Puan mengaku bersyukur pada momen Lebaran 2022  situasi pandemi COVID-19 sudah melandai sehingga warga bisa pulang ke kampung halaman.

Ketua DPP PDI Perjuangan ini mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1443 Hijrah.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak