facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Soal Jalan Malioboro Padat Kendaraan, Sri Sultan Bilang Begini

Eleonora PEW | Hiskia Andika Weadcaksana Senin, 02 Mei 2022 | 22:04 WIB

Soal Jalan Malioboro Padat Kendaraan, Sri Sultan Bilang Begini
Sri Sultan Hamengku Buwono X - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Sri Sultan sendiri tidak memungkiri bahwa jalan Malioboro pasti akan selalu penuh kendaraan.

SuaraJogja.id - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku terus melakukan berbagai upaya untuk mengurai potensi kepadatan di ruas-ruas jalan yang ada. Terlebih lagi di ruas jalan Malioboro yang tidak bisa dipungkiri akan selalu dipadati kendaraan.

"Ya memang kami pun harus mengatur bagaimana crowdednya jalan apalagi masuk Malioboro," kata Sri Sultan di Keben Keraton Yogyakarta, Senin (2/5/2022).

Sri Sultan meminta masyarakat yang memang tidak berlibur atau tinggal sementara di Jogja untuk mencari jalur alternatif lain, sehingga tidak perlu harus melewati tengah kota khususnya Malioboro.

Sebab, hal itu dinilai menjadi sumber kemacetan tersendiri nantinya. Terlebih dengan momen libur Lebaran saat ini.

Baca Juga: Momen Jokowi dan Keluarga Lebaran ke Keraton Yogyakarta

"Untuk yang masuk maupun keluar bagi mereka yang tidak stay di Jogja kami harapkan tidak masuk kota. Sehingga misalnya dari Prambanan kalau lewat Magelang ya terus langsung belok kanan, kalau ke Purworejo belok kiri dan sebagainya gitu," ungkapnya.

Harapannya, jika hal itu bisa terlaksana maka pengaturan kendaraan akan lebih mudah. Setelah volume kendaraan juga tidak terlalu penuh di titik tersebut.

"Dengan harapan tengah ini tidak terlalu padat sehingga bisa diatur. Tetapi susahnya itu kita tidak tahu pasti gitu loh. Kepastian untuk stay di Jogja ini yang sulit. Itu yang akhirnya, ya kita hanya ingin mencoba bagaimana mengatasi itu," terangnya.

Namun, Sri Sultan sendiri tidak memungkiri bahwa jalan Malioboro pasti akan selalu penuh kendaraan. Sebab tidak hanya wisatawan saja yang lewat situ tetapi juga warga Jogja.

"Tetapi kalau Malioboro memang sulit, pasti crowded di sana. Karena masyarakat Jogja pun kalau keluar ngga lewat Malioboro juga ngga mau apalagi pendatang. Ini kan psikologis, sulit untuk kita atasi," pungkasnya.

Baca Juga: Silaturahmi ke Sri Sultan Hamengku Buwono X, Ini Kata Jokowi Soal Kemacetan Panjang di Pelabuhan Merak Banten

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait