Perkuat Ekosistem Riset, LPDP dan Muhammadiyah Kucurkan Rp20 Miliar untuk Hilirisasi Industri

LPDP & Muhammadiyah kolaborasi riset Rp20 M untuk 26 proposal PTMA. Tujuannya dorong inovasi, tingkatkan SDM unggul, & riset berdampak hilirisasi.

Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 20 Februari 2026 | 03:55 WIB
Perkuat Ekosistem Riset, LPDP dan Muhammadiyah Kucurkan Rp20 Miliar untuk Hilirisasi Industri
Penandatanganan Perjanjian Pendanaan Riset dan Kegiatan Peningkatan Kapasitas Penerima Manfaat RISPRO Invitasi Berkemajuan yang digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (19/2/2026). [Suara.com/Hiskia]
Baca 10 detik
  • LPDP dan PP Muhammadiyah berkolaborasi mendanai 26 proposal riset senilai Rp20 Miliar di 13 universitas.
  • Pendanaan berasal dari skema *pooling fund* dengan kontribusi masing-masing Rp10 Miliar dari kedua pihak.
  • Kolaborasi bertujuan mendorong ekonomi berbasis inovasi dan menyelaraskan riset dengan desain besar pemerintah.

SuaraJogja.id - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Dana sebesar Rp 20 Miliar akan dikucurkan untuk 26 proposal riset pilihan dari 13 universitas yang direkomendasikan untuk dapat didanai.

Peresmian ini ditandai dengan agenda bertajuk 'Penandatanganan Perjanjian Pendanaan Riset dan Kegiatan Peningkatan Kapasitas Penerima Manfaat RISPRO Invitasi Berkemajuan' yang digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Hal ini disebut sebagai langkah nyata mendorong transformasi ekonomi berbasis inovasi.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, menyatakan dukungan penuhnya terhadap skema baru ini. Pihaknya berharap program tersebut menjadi titik balik bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) untuk memperkuat basis penelitiannya. 

Baca Juga:PSIM Ubah Jadwal Latihan Selama Ramadan, Fokus Hadapi Jadwal Padat

"Ini bisa menjadi langkah awal dan saya sangat dukung ini agar beberapa PTMA yang sudah besar itu supaya kembali ke fitrahnya menjadi perguruan tinggi riset," kata Muhadjir saat ditemui di UMY, Kamis (19/2/2026).

Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) itu menilai kolaborasi tersebut sangat penting. Tujuannya untuk menjawab kebutuhan mendesak Indonesia akan sumber daya manusia yang unggul dan hasil riset yang mampu menyentuh sektor hilir.

Program Riset Inovatif Produktif (RISPRO) ini didukung dengan total pendanaan sebesar Rp20 miliar. Dana tersebut bersumber dari skema pooling fund dengan kontribusi seimbang masing-masing Rp10 miliar dari LPDP dan Muhammadiyah. 

Ditekankan Muhadjir bahwa kualitas riset harus tetap terjaga dan memberikan dampak nyata. Terlebih melalui mekanisme asesmen yang ketat guna memastikan keberlanjutan manfaat riset di dunia nyata.

"Saya berharap juga nanti menggandeng lembaga-lembaga swasta lain di luar perguruan tinggi agar bisa lebih kompetitif di antara satu sama lain, tidak hanya melulu dengan PTMA saja," ungkapnya.

Baca Juga:Diteror Isu LGBT hingga Ancaman Penculikan, Ketua BEM UGM Buka-bukaan: Ibu Saya Sampai Ketakutan!

Dalam konteks desain riset, Muhadjir menjelaskan bahwa PTMA harus menyelaraskan visi risetnya dengan grand design pemerintah. Dalam hal ini yang melibatkan kolaborasi antara LPDP, BRIN, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji itu menggarisbawahi pentingnya membangun ekosistem riset yang kolaboratif. Agar nantinya hasil penelitian tidak mubazir dan mampu memberikan dampak signifikan meskipun melalui proses yang panjang.

"Singkatnya harus inline dengan grand design riset yang ditetapkan oleh pemerintah baik melalui bantuan pembiayaan melalui LPDP maupun dari BRIN dan juga Kementerian Pendidikan Tinggi. Saya kira tiga poros itu yang harus dikolaborasikan dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Ayom Widipaminto, mengungkap bahwa pemilihan Muhammadiyah dalam kolaborasi ini didasarkan pada kesamaan visi dalam mengembangkan ekosistem industri melalui jaringan luas Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). 

Ayom menyebut ekosistem Muhammadiyah yang memiliki ratusan rumah sakit dan perguruan tinggi merupakan 'laboratorium hidup' (living lab) yang ideal untuk proses riset hingga hilirisasi.

"Jadi memang upayanya adalah kita ingin memastikan keluarannya itu berdampak, dimanfaatkan industri namun dalam ekosistem Muhammadiyah yang kebetulan kalau dari Pak Muhadjir sendiri ngendika harus digunakan, pasti akan digunakan gitu," ujar Ayom.

Senada, Ketua Majelis Diktilitbang PPM, Bambang Setiaji, menekankan bahwa aspek moral dan kebermanfaatan luas bagi masyarakat harus menjadi fokus utama. 

"Kolaborasi ini harus dijaga dengan penuh integritas agar kepercayaan publik dan amanah riset tetap terpelihara," ucap Bambang.

Program riset ini mencakup lima tema strategis, mulai dari ketahanan pangan dan pertanian; transisi energi, material dan manufaktur; kesehatan; rekayasa dan teknologi digital serta sosial, ekonomi (hijau & biru) dan humaniora.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak