"Oralah, ngopo. Macet ki romantis og. Marai kangen jogja jare. Yang penting kotanya indah dan cantik dan ngangeni. Nek macet yo urusanmu," ungkap netizen lainnya.
Beberapa komentar yang pro dengan kritik perbaikan sistem mobilitas.
"Jogja Macet sudah lama koq mas, dulu bahkan lebih parah, cuma 2 tahun ini ada pandemi jadi jalanan lebih lenggang. Sebaiknya transportasi publik diperbaiki, jadi wisatawan yg ke Jogja cukup parkir kendaraan pribadi di hotel, kesana kemari pakai transportasi publik," kata netizen.
"Dibahas klitih ngamuk2, dibahas macet ga terima, digetok harga malah nyalahin wisatawan, mungkin terlalu nikmat dg status "daerah istimewa" sehingga apapun kekurangannya yaa dianggap ga ada, dimaklumi, atw diromantisasi pake angkringan, andong, dan malioboro," tulis netizen.
Baca Juga:Angin Puting Beliung Robohkan 2 Rumah di Jogja, Atap Beterbangan dan Pohon Tumbang
"Twit ini bener. Sama kaya kota2 lain yang kalo weekend/liburan rame, sebagai orang jogja aku juga seneng kalo ada perbaikan sistem lebih baik. Yang aku heran kenapa ga sedikit orang jogja yang suka marah tiap ada kritik tentang apapun biar kotanya lebih baik," kata netizen.
Kontributor SuaraJogja.Id: Dita Alvinasari