Siang Hari di Jogja Terasa Lebih Panas dari Biasanya Akhir-akhir Ini, BMKG Ungkap Penyebabnya

BMKG memastikan bahwa terik panas di Jogja bukan gelombang panas atau Heatwave yang beberapa hari ini diisukan.

Muhammad Ilham Baktora
Jum'at, 13 Mei 2022 | 17:31 WIB
Siang Hari di Jogja Terasa Lebih Panas dari Biasanya Akhir-akhir Ini, BMKG Ungkap Penyebabnya
Cuaca panas bisa merusak kulit wajah bila tak dilindungi dengan tabir surya. (Shutterstock)

"Menurut World Meteorological Organization (WMO), gelombang panas atau 'Heatwave' merupakan fenomena udara panas yang berkepanjangan lima hari berturut-turut. Hal itu kerap ditemui di wilayah lintang menenagah seperti Eropa dan Amerika," terangnya.

"Sedangkan yang ada di Indoneisa fenomena ini adalah kondisi suhu panas atau terik dalam skala variabilitas harian," sebutnya.

Kondisi panas ini, menurut BMKG Staklim Sleman masih harus diwaspadai. Prediksinya akan terus berlangsung hingga pertengahan Mei 2022.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih menjaga kondisi dan stamina tubuh. Bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan untuk menjaga kecukupan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan," harapnya.

Baca Juga:Peringatan Dini dari BMKG, Masyarakat Diminta Waspada dengan Gelombang Tinggi di Laut Selatan Jawa Tengah

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak