facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Harapkan Tindakan Nyata Melawan Teror, Erdogan Minta Keseriusan Swedia

Eleonora PEW Minggu, 22 Mei 2022 | 16:55 WIB

Harapkan Tindakan Nyata Melawan Teror, Erdogan Minta Keseriusan Swedia
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mendesak Taliban untuk menghentikan pendudukan atas Afghanistan. Foto: Erdogan berpidato di depan parlemen Turki pada 30 Juni 2021. [AFP/Adem Altan]

Pernyataan itu disampaikan Erdogan dalam pembicaraan dengan Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson.

SuaraJogja.id - Menurut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, klaim bahwa kelompok teror PKK/YPG memerangi kelompok Daesh yang juga dikenal sebagai ISIS, tidak mencerminkan kenyataan, sehingga ia pun menyampaikan bahwa Turki berharap Swedia mengambil langkah-langkah serius untuk menangani terorisme.

Pernyataan itu disampaikan Erdogan dalam pembicaraan dengan Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson untuk membahas rencana Stockholm bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), yang membutuhkan persetujuan dari Ankara.

Erdogan menyampaikan kekhawatiran Turki mengenai kegiatan kelompok teror PKK/YPG dan FETO di Swedia. Ia mengatakan bahwa Swedia harus mengakhiri dukungan keuangan, politik, dan senjatanya kepada kelompok-kelompok tersebut.

Dia juga menegaskan bahwa Turki selalu mendukung kebijakan pintu terbuka NATO, dan bahwa solidaritas penting bagi keamanan negara-negara anggota dan demi keamanan bersama.

Baca Juga: Presiden Tayyip Erdogan akan Berdiskusi Tentang Penolakan Keanggotaan NATO

Pembatasan senjata oleh Swedia terhadap Turki adalah topik lain yang diangkat selama percakapan.

Erdogan mengatakan kampanye militer lintas perbatasan Turki di Suriah utara adalah perlunya menghadapi ancaman teror di kawasan itu, dan Ankara mengharapkan Stockholm untuk mencabut pembatasan.

Merespons pembicaraan dengan Erdogan, Andersson mengatakan bahwa Swedia menantikan "untuk memperkuat hubungan bilateral kami, termasuk dalam perdamaian, keamanan, dan perang melawan terorisme."

Berbicara kepada media penyiaran publik SVT setelah pembicaraan telepon dengan Erdogan, Andersson mengatakan bahwa negaranya secara terbuka mendukung perang melawan terorisme dan dimasukkannya PKK ke dalam daftar teroris.

"Saya menekankan bahwa Swedia menyambut baik kemungkinan kerja sama dalam memerangi terorisme internasional dan menekankan bahwa Swedia jelas berada di belakang perang melawan terorisme dan daftar teroris PKK," kata dia.

Baca Juga: 8 Momen Liburan Feni Rose di Turki, Datangi Cappadocia hingga Tempat Bersejarah

Swedia dan Finlandia secara resmi mendaftar untuk bergabung dengan NATO pada Rabu (18/5). Keputusan itu didorong oleh perang Rusia di Ukraina, yang dimulai pada Februari.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait