Contohnya Terminal Teluk Lamong, Surabaya yang menjadi Green Port pertama di Indonesia. Kedepan akan menyusul Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Dalam pengembangannya saat ini, Green Port tidak menggunakan energy fosil, memiliki deteksi potensi tumpahan minyak dan pengembangan perkebunan magrove disekitar pelabuhan.
"Selain itu, transportasi berkelanjutan juga terus dikembangkan, di antaranya kereta listrik, bus listrik, inaportnet, electric vehicle (EV), dan green airport AP 1. Kita sudah mengaplikasikan penggunaan 100 mobil listrik untuk operasional," tandasnya.
Sementara, Rektor UGM Panut Mulyono mengungkapkan, Budi Karya memiliki jasa yang luar biasa di sektor transportasi dalam merajut Nusantara. Budi melalui intervensi intelektualnya dan tugasnya dapat menghasilkan karya yang luar biasa secara berkelanjutan.
"Karya tersebut dimulai sejak beliau bekerja di Taman Impian Jaya Ancol dan 2004 sampai 2013," ujarnya.
Panut menambahkan, transportasi yang menghubungkan Indonesia merupakan transportasi yang berkelanjutan. Pengembangan mempertimbangkan aspek sosial, lingkungan dan ekonomi. Dalam hal ini peran Kemenhub sangat penting agar pembangunan transportasi mempertimbangkan konektivitas Nusantara.
"Kita sepakat pembangunan transportasi nasional tidak hanya di pulau jawa tapi di semua wilayah bangsa ini, tidak hanya perkotaan tapi juga harus melayani seluruh lapisan masyarakat di wilayah 3T," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi