340 Pedagang Asongan Kena Gusur, Serikat Pekerja Pariwisata Borobudur: Jangan Selalu Kami yang Disalahkan

ratusan pedagang yang berjualan tepatnya di Museum Karmawibhangga itu terus menerus digeser.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 15 Juni 2022 | 19:25 WIB
340 Pedagang Asongan Kena Gusur, Serikat Pekerja Pariwisata Borobudur: Jangan Selalu Kami yang Disalahkan
Serikat Pekerja Pariwisata Borobudur Wito Prasetyo menjelaskan lokasi para pedagang asongan berjualan saat jumpa pers di Kantor LBH Yogyakarta, Rabu (15/6/2022). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

SuaraJogja.id - Sebanyak 340 pedagang asongan yang berjualan di zona 2 kompleks Candi Borobudur mengaku digusur sehingga tak boleh beraktivitas lagi di area tersebut. Ratusan pedagang yang tergabung dalam 14 komoditas itu merasa ada perlakuan diskriminatif dari manajemen. 

Serikat Pekerja Pariwisata Borobudur Wito Prasetyo menjelaskan ratusan pedagang yang berjualan tepatnya di Museum Karmawibhangga itu terus menerus digeser. Hingga puncaknya mereka tak boleh lagi berjualan di area tersebut. 

"Dalam rentan waktu bertahun-tahun itu sudah mulai digeser-geser sampai pada titik depan museum ini. Sudah ada pergeseran pun pedagang sudah mengikuti aturan nurut ikut. Di saat di sini posisi terakhir di belakang ini juga dilarang, tidak diperbolehkan (berjualan)," kata Wito kepada awak media di Kantor LBH Yogyakarta, Rabu (15/6/2022).

Disampaikan Wito, para pedagang bukan tanpa perjuangan. Mereka sudah mencoba untuk berkoordinasi atau konfirmasi secara internal dengan manajemen.

Baca Juga:Candi Borobudur Dipilih jadi Lokasi World Premiere G20 Orchestra September Nanti

Namun hingga saat ini belum ada tanggapan yang pasti. Sehingga selalu mengambang dan bahkan memang tidak ada kepastian sama sekali.

"Rencananya mau dimasukkan ke area parkir. Nah parkir ini juga sudah ada kelompok asongan lagi pedagang-pedagang lain dan tentu ini juga akan berbenturan dengan sini. Maka itu harus bertahan tetap jualan di sini (depan museum)," jelasnya. 

Ia meminta kepada pihak manajemen untuk tidak serta merta melimpahkan kesalahan kepada pedagang asongan. Apalagi hingga mengkambinghitamkan dengan sejumlah pihak lainnya.

"Kalau ada kesalahan atau kekurangan ini jangan asongan yang dikambinghitamkan, yang disalah-salahkan wong asongan juga bisa diatur suruh tertib ikut tertib," terangnya.

Menurutnya ketidakberesan atau kesalahan itu ada di pihak manajemen itu sendiri. Mulai dari cara mengatur hingga penyelesaian masalah bagi para pedagang asongan ini sendiri.

Baca Juga:Sempat Diunggah Roy Suryo, Pembuat Foto Stupa Borobudur Mirip Jokowi Diusut Polisi

"Ini kan menyangkut manajemen bukan asongannya yang di salah-salah terus, selalu dikatakan tidak baik, bikin semrawut, yang bisa bikin semrawut dan tidak kan manajemennya. Bukan orangnya, nek orangnya kan segala apapun kalau ada aturan kemudian ada pengawasan bisa tertib," paparnya. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak