"Hewan yang terinfeksi dapat mengeluarkan virus melalui cairan vesikel, air liur, susu, urine, dan feses. Virus dapat dikeluarkan 1-2 hari sebelum hewan tertular menunjukkan gejala klinis," terangnya.
Kendati demikian, ditambahkan Aris, pengobatan dasarnya penyakit viral tidak dapat diobati. Sehingga upaya yang dapat dilakukan adalah dengan peningkatan imunitas dan ketahanan tubuh ternak yang terinfeksi.
Langkah tersebut dapat dilakukan melalui terapi suportif dengan memberikan vitamineral dan feed suplement. Serta terapi sesuai gejala dengan memberikan penurun panas, penghilang rasa nyeri, dan antibiotik untuk mencegah infeksi ikutan.
Baca Juga:Meski ada Penutupan Pasar Hewan, Pasokan Daging Sapi di Kudus Masih Lancar