facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Udara Sehat Dijual di Olshop Gegara Jakarta Kota Polusi Terburuk di Dunia, Segini Harganya

Eleonora PEW Sabtu, 25 Juni 2022 | 13:32 WIB

Udara Sehat Dijual di Olshop Gegara Jakarta Kota Polusi Terburuk di Dunia, Segini Harganya
Warganet jual udara siap pakai. (Tokopedia)

Penjual udara sehat siap pakai ini mengklaim bebas virus polusi, karbon monoksida, dan virus.

SuaraJogja.id - Belum lama ini warganet dihebohkan dengan penjual online shop yang menjual udara sehat siap pakai yang dikemas dalam kemasan plastik. 

Toko online shop tersebut mengklaim menjual udara sehat siap pakai dengan tiga macam varian harga sesuai dengan besaran liter yang dijual. 

Harga udara sehat paling murah di toko tersebut dijual senilai Rp10 ribu dengan varian ukuran 1/4 liter, sedangkan untuk 1 liter udara sehat siap pakai seharga Rp30 ribu. 

Banyak warganet yang mempertanyakan keaslian penjual tersebut, setelah ditelusuri memang benar terdapat satu toko online yang menjual tiga produk “Udara Sehat Siap Pakai”. 

Baca Juga: Kualitas Udara Jakarta Buruk, Ini Kata BMKG

Dalam keterangan deskripsinya toko tersebut mengatakan jika tokonya produk udara sehat tersebut selalu ready stock. Udara yang dijualnya juga diklaim bebas dari polusi, karbon monoksida dan virus. 

Penjualan produk nyelenah di online shop ini dipicu oleh data yang disampaikan oleh  Lembaga data kualitas udara IQ Air menempatkan Jakarta sebagai kota paling berpolusi di Indonesia dengan indeks kualitas udara menduduki angka 193 pada Senin (20/6/2022) pagi lalu. 

Sementara itu, secara global, kualitas udara di Jakarta pagi ini menduduki peringkat terburuk di atas kota Santiago di Chile yang memiliki indeks 175 dan Johannesburg di Afrika Selatan dengan indeks 158.

Dilansir laman resmi IQ Air di Jakarta, kualitas udara ibu kota masuk kategori tidak sehat karena konsentrasi PM2.5 saat ini 27,4 kali dari nilai pedoman kualitas udara tahunan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Konsentrasi PM2.5 di Jakarta berada pada angka 136,9 gram per meter kubik.

PM2.5 mengacu pada materi mikroskopis tertentu dengan diameter 2,5 mikrometer atau kurang, dengan berbagai efek merugikan pada kesehatan manusia dan lingkungan, dan karena itu merupakan salah satu polutan utama yang digunakan dalam menghitung kualitas udara kota atau negara secara keseluruhan.

Baca Juga: Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Sampai Ada yang Jualan Udara Sehat di Marketplace

Namun BMKG menjabarkan faktor penyebabnya adalah konsentrasi PM2.5 yang tinggi di Jakarta dipengaruhi oleh berbagai sumber emisi baik yang berasal dari sumber lokal, seperti transportasi dan residensial, maupun dari sumber regional dari kawasan industri dekat dengan Jakarta.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait