Protes Tak Digubris Pemerintah Daerah, Tiga Warga Korban Erupsi Gunung Semeru Jalan Kaki dari Lumajang ke Jakarta

Ketua Paguyuban Peduli Erupsi Semeru Nor Holik mengatakan sudah sejak tahun 2020 warga memprotes cara penambangan pasir di Kali Regoyo yang tidak wajar.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 29 Juni 2022 | 13:39 WIB
Protes Tak Digubris Pemerintah Daerah, Tiga Warga Korban Erupsi Gunung Semeru Jalan Kaki dari Lumajang ke Jakarta
Tiga orang warga Sumber Wuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur melakukan aksi jalan kaki dari Lumajang menuju Istana Negara di Jakarta sedang berada di Yogyakarta, Rabu (29/6/2022). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

"Kami sudah melapor kepada pihak kepala desa, polsek, polres, hingga ke pemerintah Kabupaten Lumajang. Bahwa cara penambang membuat tanggul-tanggul pada sungai itu membahayakan keselamatan kami. Namun, laporan dan kekhawatiran kami tidak ditanggapi hingga saat ini," paparnya.

Benar saja, kekhawatiran warga tersebut akhir terjadi pada 4 Desember 2021 lalu. Tepatnya ketika Gunung Semeru erupsi, Desa Sumber Wuluh tertimbun oleh guguran pasir Gunung Semeru hasil erupsi.

"Seandainya protes kami dulu didengarkan, mungkin desa kami tidak tertimbun oleh pasir. Sekalipun juga terdampak, kami menduga tidak akan separah sekarang dan menimbulkan banyak korban jiwa. Inilah yang kami protes, kami menuntut keadilan," ujarnya.

Sementara itu Supangat (52) menambahkan sudah bebrapa kali mengeluhkan kondisi itu kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang. Tercatat satu kali sebelum kejadian erupsi dan tiga kali setelah erupsi namun tidak ada tindaklanjut hingga sekarang.

Baca Juga:Malangnya Karsono, Lagi Mancing Terpeleset Tercebur ke Sungai di Lumajang, Begini Kondisinya

"Kalau rumah saya, tenggelam. Akhirnya rumah saya dan saudara-saudara saya itu ikut semua tenggelam. Untuk rumah saya sudah saya bersihkan, perbaiki sedikit demi sedikit, tapi kalau rumah-rumah warga yang tenggelam agak parah itu belum ada yang diperbaiki sampai sekarang," kata Supangat. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak