facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Susul Pasar Modern, Pasar Tradisional Bantul Akan Terima Transaksi Digital

Galih Priatmojo | Wahyu Turi Krisanti Jum'at, 05 Agustus 2022 | 16:38 WIB

Susul Pasar Modern, Pasar Tradisional Bantul Akan Terima Transaksi Digital
Pasar Niten, Kabupaten Bantul, Jumat (5/8/2022). [Wahyu Turi Krisanti / SuaraJogja.id]

Arum mengatakan pemasangan QRIS di kios tersebut dilakukan untuk menyediakan masyarakat yang tidak membawa uang tunai.

SuaraJogja.id - Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan telah menerapkan metode pembayaran menggunakan QRIS di Pasar Niten Kabupaten Bantul. Metode pembayaran tersebut diterapkan untuk mengurangi transaksi secara tunai sesuai program Bank Indonesia.

"Bank Indonesia memang memiliki program untuk mengurangi transaksi tunai dengan cara memasang QRIS di pasar," kata Kepala Bidang Sarana Perdagangan Arum Hidayati, Jumat (5/8/2022).

Arum mengatakan pemasangan QRIS di kios tersebut dilakukan untuk menyediakan masyarakat yang tidak membawa uang tunai. Sebelumnya metode QRIS ini disediakan di pasar modern, untuk itu Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan menerapkan hal serupa di pasar tradisional.

"Kita memahami terjadinya perubahan perilaku konsumen yang sama sekali tidak membawa uang, kita tawarkan perilaku yang mereka lakukan sudah disediakan di pasar jadi mereka bisa berbelanja di pasar rakyat," paparnya.

Baca Juga: Dinas Kesehatan Bantul Targetkan 9 Ribu Dosis Vaksin untuk Nakes

Meski demikian transaksi menggunakan QRIS tidak diwajibkan di pasar tradisional. Sebab pihaknya menyadari bahwa antusiasme konsumen pasar tradisional berbeda dan memiliki segmentasi yang berbeda dibandingkan pasar modern.

"Tapi kita memahami pasar tradisional kan komunitasnya seperti itu, mindsetnya sudah sangat kuat kalau jualan laku itu aku membawa uang," ujarnya.

Untuk itu pihaknya hanya sekedar menyediakan sembari memberikan edukasi terhadap para pedagang. Arum juga mengakui bahwa dalam memberikan pemahaman terhadap para pedagang mengalami kesulitan.

"Susah banget untuk merubah mindset itu. Kita tidak mewajibkan tapi kita menyediakan sambil edukasi biar masyarakat paham kalau uangnya di rekening," terangnya.

Meski demikian pihaknya mengatakan untuk selanjutnya Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan akan melakukan perluasan pemasangan QRIS pada pasar-pasar yang ada di Kabupaten Bantul.

Baca Juga: Kabupaten Bantul Targetkan E-retribusi Pelayanan Pasar Penuh di Tahun 2024

Terpisah salah satu pedagang grosiran, Nurma (32) mengatakan bahwa sejak dipasangnya QRIS belum ada yang melakukan transaksi non tunai. Nurma mengakui bahwa kemungkinan kedepannya tidak banyak pembeli yang melakukan pembayaran menggunakan QRIS.

"Sudah dipasang tanggal 28 Juli kemarin, tapi sejak dipasang belum ada yang pakai QRIS. Mungkin ya nggak banyak yang pakai dompet digital. Apalagi kalau di lapak los-losan yang kebanyakan penjualnya mbah-mbah kasian juga kalau tidak paham menggunakannya," terangnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait