Terimbas Kenaikan Harga BBM, Okupansi Hotel di DIY Merosot

kenaikan harga BBM menjadi pemicu juga dalam peningkatan ongkos berbagai jasa transportasi.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Sabtu, 10 September 2022 | 13:03 WIB
Terimbas Kenaikan Harga BBM, Okupansi Hotel di DIY Merosot
Ilustrasi - Penerapan protokol kesehatan bagi tamu yang akan menginap di hotel di Yogyakarta. ANTARA/Eka AR.

SuaraJogja.id - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut okupansi hotel mengalami penurunan. Hal ini sebagai imbas dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) belum lama ini.

Ketua PHRI DIY Deddy Pranawa Eryana mengatakan bahwa penurunan okupansi itu cukup dirasakan untuk hotel bintang dua ke bawah. Anjloknya okupansi itu buntut melambungnya harga BBM sejak pekan lalu.

"Okupansi yang sebelum kenaikan BBM rata-rata 50 sampai dengan 70 persen. Saat beberapa hari ini turun jadi 30 samapi 45 persen," kata Deddy dikonfirmasi awak media, Sabtu (10/9/2022).

"Bintang 3 sampai 5 masih lebih baik karena terbantu MICE itu tapi yang terasa bintang 2 ke bawah," sambungnya.

Baca Juga:Berkaca dari Kasus Suap Haryadi Suyuti, PHRI DIY Dukung Pemkot Yogyakarta Hindari Kompromi Terbitkan IMB

Dijelaskan Deddy, kenaikan harga BBM menjadi pemicu juga dalam peningkatan ongkos berbagai jasa transportasi. Kondisi itu lantas berimbas pada wisatawan yang berpikir ulang atau bahkan membatalkan agenda untuk berlibur ke Yogyakarta.

"Semenjak ada kenaikan ada beberapa travel agen yang memabatalkan reservasi karena peserta tidak mau dinaikkan tarif wisatanya. Biaya bus juga naik," terangnya. 

Menurutnya kondisi itu tidak menguntungkan bagi pelaku usaha perhotelan dan restoran di Yogyakarta. Belum lagi pihaknya dihadapkan situasi yang dilematis.

Terkhusus mengenai keputusan untuk melakukan penyesuaian harga menginap bagi wisatawan atau tidak. Sebab mengingat kondisi daya beli masyarakat saat ini kembali turun yang sebelumnya belum pulih benar akibat pandemi Covid-19. 

"Sangat dilematis memang bagi kami dengan hal ini karena biaya operasional naik daya beli masyarakat rendah. Kita mau menyesuaikan harga jadi ragu, bila tidak naik jadi enggak kuat," ujarnya.

Baca Juga:Libur Waisak, PHRI DIY Sebut Okupansi Hotel di Jogja Capai 90 Persen

PHRI DIY meminta ada keringanan yang diberikan pemerintah daerah agar dapat turut mengangkat beban berat saat ini. Keringanan itu salah satunya bisa dilakukan pemerintah dengan memberikan diskon pajak.

Ia menilai hal itu penting agar industri perhotelan dapat kembali bergerak. Lalu melakukan berbagai promosi agar wisatawan dapat kembali datang dan menginap di Yogyakarta. 

"Ya ini kita butuh sentuhan pemerintah kota/kabupaten untuk bisa memberikan keringanan pajak hotel. Untuk beberapa bulan saja agar kami bisa beri diskon harga ke tamu sehingga promosi berjalan lagi," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak