Dilumat Malaysia, Ini Alasan Utama Timnas Indonesia U-17 Kalah dari Negeri Tetangga

Anak asuh Bima Sakti mendapat pelajaran berharga dari Malaysia U-17.

Muhammad Ilham Baktora
Senin, 10 Oktober 2022 | 23:34 WIB
Dilumat Malaysia, Ini Alasan Utama Timnas Indonesia U-17 Kalah dari Negeri Tetangga
Potret penggawa Timnas Indonesia U-17 kecewa setelah kebobolan gol. (Twitter/@ElshintaDotcom)

SuaraJogja.id - Kegagalan Timnas Indonesia U-17 untuk maju ke putaran final Piala Asia U-17 mendapat sorotan tajam dari publik sepak bola tanah air. Banyak dari mereka menyayangkan kegagalan ini, mengingat performa skuat Garuda Asia tampil menjanjikan sejak pertandingan pertama babak penyisihan grup Kualifikasi Piala Asia.

Indonesia dipastikan tidak lolos ke putaran final Piala Asia U-17 usai gagal meraih kemenangan atau hasil imbang lawan Malaysia, Minggu (9/10/2022) di Stadion Pakansari Kabupaten Bogor.

Anak asuh Bima Sakti mendapat pelajaran berharga dari Malaysia U-17, tim Merah-Putih harus mengakui keunggulan lawan usai dicukur habis dengan skor 5-1.

Bima Sakti menuturkan jika penyebab anak asuhnya kalah dari Malaysia dan gagal melaju ke putaran final Piala Asia U-17 karena faktor kelelahan. Selain itu ia mengaku jika dirinya salah dalam memasang strategi pemain saat melawan Guam. 

Baca Juga:Indonesia U-17 Tak Lolos Piala Asia, Netizen Layangkan Sindiran Keras

"Bisa jadi kelelahan dan kesalahan saya juga lawan Guam harusnya pasang lapis dua, terpikir di babak pertama apa kami ubah satu jam sebelum bertanding karena itu pertandingan pertama buat kami," ucap Bima Sakti pada sesi jumpa pers usai pertandingan kontra Malaysia.

"Kami ambil aman dulu, di babak kedua (lawan Guam) baru kami rotasi empat pemain. Jadi kelelahan [lawan Malaysia] bisa juga jadi penyebab dan jadi evaluasi kami," imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh netizen, banyak dari mereka yang menilai jika salah satu penybab utama kalahnya Indonesia atas Malaysia karena kesalahan strategi yang dipasang oleh coach Bima.

"Hmm tidak berpikir panjang waktu pertandingan2 sebelumnya bahwa ada pertandingan yang paling menentukan di akhir, selalu memainkan pemain inti padahal pas lawan Guam ada kesempatan pakai lapis ke dua. Tapi gapapa, harus ada kalahnya biar ga jumawa. Banyak pelajaran juga jadinya," ucap salah seorang netizen.

"Dari sini kita belajar bahwa pelatih sty sangat pintar dalam rotasi pemain. Pemain-pemain muda dimasukkan Di menit 80 atau menit 85 untuk mendapatkan atmosfer pertandingan ketika Timnas sudah unggul pemain lapis pertama dan lapis kedua tidak ada perbedaan jauh semuanya siap," kata netizen yang lain.

Baca Juga:Daftar Pemain Garuda Asia yang Tampil Buruk Saat Timnas Indonesia U-16 Dihabisi Malaysia

"Sebagai pelatih cerdik harusnya punya banyak taktik, dan beberapa option komposisi pemain, masa ga faham karakter semua pemain?" ujar netizen lainnya.

Kontributor : Moh. Afaf El Kurnia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak