Indah Suryani sendiri mengetahui pembangunan tersebut namun tidak secara detail mengingat hal itu menjadi ranah panitia pembangunan.
Terkait dengan rangka atap, Indah tidak mengetahui mengapa menggunakan baja ringan dan genteng press karena dia tahu tiba-tiba saja ada baja ringan.
"Tahu-tahu terpasang. Ya wis tak anggap itu sesuai dengan permintaan panitia pembangunan karena itu ranah mereka," tambahnya
Indah menyesalkan pengerjaan yang kurang maksimal dari para pemborong. Karena sejatinya sekolah hanya menginginkan bangunan yang baik dan aman bagi anak-anak, namun ternyata dikerjakan dengan asal-asalan.
Baca Juga:Atap SD Muhammadiyah Bogor Ambruk, Satu Siswa Meninggal Dunia
"Saya itu nggih heran ya, itu sama sing nggawe, kontraktornya. kok iso koyo ngono. saya golek duit wae rekoso malah koyo ngene," keluhnya.
Kontributor : Julianto