Puluhan Transpuan Jogja Mencoba Berdaya Lewat Jogja Incusion Art Festival

selama ini kaum marjinal memiliki kekhawatiran untuk bisa berdaya dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Galih Priatmojo
Sabtu, 10 Desember 2022 | 07:50 WIB
Puluhan Transpuan Jogja Mencoba Berdaya Lewat Jogja Incusion Art Festival
Para transpuan membuka stand pameran dalam Jogja Incusion Art Festival (JIAF) 2022 di Museum Sandi, Jumat (09/12/2022). [Kontributor/Putu Ayu Palupi]

SuaraJogja.id - Puluhan transpuan atau waria bersama Pekerja Seks Komersial (PSK) dan sejumlah kaum disabilitas serta seniman Yogyakarta mengikuti Jogja Incusion Art Festival (JIAF) 2022 di Museum Sandi, Jumat (09/12/2022). Para transpuan tersebut menampilkan beragam produk dan hasil karya mereka dalam pameran selama dua hari.

"Kegiatan ini mencoba mensinergikan teman-teman dari kelompok minoritas seperti waria, psk dan kaum disabilitas untuk berdaya dan diterima masyarakat,"  ungkap Ketua Ikatan Waria (Iwayo) Yogyakarta, Ayu Kusuma disela acara.

Ayu mengungkapkan, selama ini kaum marjinal memiliki kekhawatiran untuk bisa berdaya dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Keterbatasan lapangan kerja akibat pilihan hidup mereka seringkali menjadi kendala.

Karena itu mereka berupaya untuk bisa diterima masyarakat melalui kegiatan-kegiatan positif. Selain mengembangkan potensi diri di berbagai industri kreatif, mereka mencoba berbaur dengan masyarakat luas.

Baca Juga:Kaesang dan Erina Akan Menikah, Kenali Beda Paes Solo dan Paes Jogja

Melalui berbagai kegiatan positif yang dilakukan kaum marjinal, termasuk membantu para korban bencana di DIY maupun luar DIY.

"Kami bersyukur saat ini penerimaan masyarakat terhadap kaum rentan semakin terbuka. Masyarakat bisa membuka diri pada kami dan memanuasiakan kami sebagai manusia," paparnya.

Sementara Direktur Eksekutif Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DIY, Budhi Hermanto mengungkapkan JIAF merupakan upaya mengenalkan gagasan inklusif dalam arti yang luas. JIAF juga menjadi upaya kecil mereka untuk meningkatkan pemahaman, membangun perspektif yang lebih baik dalam penerimaan kaum marjinal, termasuk Anak Yang berhadapan Dengan Hukum (ABH).

"Juga membangun perspektif nonbinary terhadap transgender, mendorong kebijakan yang memiliki perspektif keadilan dan perlindungan bagi anak, perempuan, lansia, warga miskin, juga penyandang disabilitas," paparnya.

Vella Massardi, relawan PKBI DIY menyatakan JIAF menjadi ruang untuk membangun cara pandang inklusi dan mengembangkan nilai-nilai yang lebih berempati terhadap komunitas marginal. Mereka yang terpinggirkan dari kebijakan agar bisa mendapatkan kesempatan yang sama dengan ukuran dasar keadilan dan kesetaraan.

Baca Juga:4 Kuliner Kekinian di Jogja yang Populer di Kalangan Anak Muda

"Kami sedang bekerja untuk menumbuhkan penghapusan stigma, diskriminasi dan kekerasan yang didasarkan pada kondisi kekerasan terhadap anak, perempuan, transpuan, pemenuhan hak disabilitas, lansia,  kelompok rentan dan marjinal lainnya. Mereka punya hak yang sama dalam pembangunan manusia, pun semestinya mendapatkan kesempatan dan kesetaraan," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Berita Terkait

Rafael Alun diketahui memiliki resto di Jogja bernama Bilik Kayu Heritage

joglo | 19:29 WIB

resto Bilik Kayu Heritage milik Rafael Alun sudah tidak terlihat menerima tamu lagi. Gerbang depan resto itu pun sudah ditutup rapat.

jogja | 18:56 WIB

Melihat kebakaran itu, saksi langsung lari ke depan rumah untuk meminta pertolongan kepada warga yang berada di sekitar lokasi.

jogja | 17:51 WIB

Disampaikan Singgih, berbagai destinasi wisata dan seni budaya harus terus dikembangkan.

jogja | 17:40 WIB

Temukan keindahan wisata tersembunyi di Jogja yang jarang diketahui orang. Baca artikel ini untuk mendapatkan rekomendasi tempat-tempat yang menakjubkan dan jauh dari keramaian kota. Nikmati pengalaman unik di destinasi yang belum banyak dijelajahi

semarang | 17:03 WIB

News

Terkini

Donasi tersebut dikumpulkan dari hasil penjualan paket buka puasa tahun 2023 Swiss-belboutique Yogyakarta.

Lifestyle | 18:46 WIB

Dinkes Sleman mencanangkan mencanangkan inovasi program Sleman Sigap Kendali dan Atasi Tuberkulosis (SIKAT TB).

News | 15:05 WIB

SIKAT TB sendiri adalah layanan komprehensif multisektor untuk menjamin akses pelayanan standar pemeriksaan terduga TB lebih efektif

News | 13:15 WIB

SIKAT TB (Sleman Sigap Kendali dan Atasi Tuberkulosis) sendiri merupakan inovasi yang dikeluarkan oleh Dinkes Sleman.

News | 13:06 WIB

Goresan tinta beraneka warna menghadirkan sisi wajah Malioboro yang seolah tak lekang oleh zaman melalui perangko yang diluncurkan.

News | 12:57 WIB

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M 5,8.

News | 10:45 WIB

Putri Ariani yang dapat golden buzz dari Simon Cowell ternyata siswa Jogja

News | 19:34 WIB

Hal itu guna menghindari dehidrasi yang berpotensi dialami oleh para jemaah haji.

News | 18:45 WIB

jemaah juga perlu mengetahui hak dan kewajiban mereka.

News | 18:30 WIB

tersangka kasus mafia tanah kas desa akan segera disidangkan

News | 18:11 WIB

pertemuan tersebut yang merupakan rangkaian Qatar-Indonesia Year of Culture 2023

News | 18:04 WIB

warga di Dusun Sempu mendapat bantuan peralon untuk memperbaiki saluran irigasi yang terdampak longsor

News | 17:15 WIB

Sejarah kursi itu bukan hanya dimiliki oleh Ki Hadjar Dewantara, tetapi juga pernah menjadi saksi bisu kehadiran tokoh besar

News | 16:54 WIB

Disampaikan Tahrir, dari jumlah yang berangkat tersebut hampir 30 persen atau 100an orang merupakan jemaah lanjut usia (lansia).

News | 15:03 WIB
Tampilkan lebih banyak