Polisi Sebut Pesan Berantai Penculikan Anak Sebagai Hoaks, Polresta Sleman: Masyarakat Tak Perlu Resah

sebelumnya beredar pesan berantai terkait kasus penculikan di Sleman

Galih Priatmojo
Kamis, 02 Februari 2023 | 13:09 WIB
Polisi Sebut Pesan Berantai Penculikan Anak Sebagai Hoaks, Polresta Sleman: Masyarakat Tak Perlu Resah
KBO Satreskrim Polresta Sleman Iptu Safiudin, ditemui di Mapolresta Sleman, Kamis (2/2/2023). (kontributor/ulifebriarni)

SuaraJogja.id - Jajaran kepolisian, dalam hal ini KBO Satreskrim Polresta Sleman Iptu Safiudin, angkat bicara soal pesan berantai dugaan penculikan yang mulai meresahkan di Kabupaten Sleman. 


Safiudin mengungkap, sampai saat ini belum ada laporan penculikan anak yang dilaporkan ke jajarannya. Sehingga menurutnya, kabar penculikan yang beredar di khalayak adalah hoaks


"Masyarakat tidak perlu resah. Kami ikut memantau sekolah maupun tempat-tempat dari putra/i warga Sleman dan sekitarnya," kata dia, kala dijumpai di lobi Mapolresta Sleman, Kamis (2/2/2023).

Ia menambahkan, pihaknya hingga kini turut menyelidiki awal mula pesan berantai itu disampaikan. Tentunya, bekerja sama dengan instansi lain terkait, Polda DIY hingga Polsek. 

Baca Juga:Cegah Penculikan Anak, Disdik Padang Wajibkan Sekolah Punya Tenaga Sekuriti


Ia juga memberikan pandangannya, mengenai adanya dugaan pola tertentu yang mungkin muncul; mengingat viralnya pesan berantai 'penculikan anak' bukan hanya terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta melainkan juga beberapa daerah lain. 


"Itu yang masih kami dalami," ucapnya. 


Sementara itu, pada 31 Januari 2023, Dinas Pendidikan Sleman mengeluarkan surat edaran (SE) menanggapi pesan berantai yang muncul. 


Dalam SE itu, Kepala Dinas Pendidikan Sleman Ery Widaryana, meminta beberapa hal terkait peningkatan kewaspadaan kepada pemimpin PAUD, SD, sekolah menengah dan wali siswa.


Pihak-pihak terkait yang disebut dalam SE, diminta pula untuk melakukan pengawasan, perlindungan dan pengamanan di lingkungan sekolah masing-masing. Khususnya terhadap orang asing atau orang tidak dikenal dengan gerak-gerik yang mencurigakan.

Baca Juga:Cek Fakta: Video Penculikan Anak di Wisma Asri Bekasi, Korban Dimasukkan ke Dalam Karung, Benarkah?


"Memberikan sosialisasi dan arahan terhadap siswa, agar berhati-hati berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal," ujarnya, dalam SE itu. 


Sekolah harus mengefektifkan peran keamanan sekolah dan guru, untuk memantau siswa khususnya di jam istirahat, pulang sekolah dan jam ekstra kurikuler. 

Berikutnya, sekolah harus menugaskan guru untuk mengawasi siswa selama menunggu jemputan. Selain itu, sekolah harus menjalin komunikasi yang efektif dengan orang tua siswa dan mengenali keluarga siswa yang menjemput saat pulang sekolah.


"Sekolah harus menghubungi orang tua siswa jika terjadi keterlambatan penjemputan," demikian imbauan Ery dalam SE itu. 


Satu Hari, Dua Pesan Berantai Muncul di Sleman


Sebelumnya diberitakan, sebuah pesan berantai beredar di kalangan pengguna aplikasi WhatsApp di Kabupaten Sleman, pada Selasa (31/1/2023) siang. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak