Miris, Keterwakilan Perempuan Jogja di Parlemen Tak Lebih dari 18 Persen

Menurut Erlina, kuota perempuan di parlemen minimal 30 persen.

Galih Priatmojo
Kamis, 10 Agustus 2023 | 17:37 WIB
Miris, Keterwakilan Perempuan Jogja di Parlemen Tak Lebih dari 18 Persen
Kepala (DP3AP2KB) DIY, Erlina Hidayati Sumardi dalam paparannya tentang keterwakilan perempuan dalam parlemen di Yogyakarta, Kamis (10/08/2023). [Kontributor/Putu Ayu Palupi]

SuaraJogja.id - Pemilihan Umum (pemilu) 2024 akan digelar tak lama lagi Nama-nama bakal calon legislatif (bacaleg) di DIY pun sudah bermunculan.

Namun mirisnya, keterwakilan perempuan di parlemen DIY masih sangat minim. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) DIY mencatat, keterwalikan perempuan sebagai anggota legislatif di kabupaten/kota maupun propinsi di DIY tidak lebih dari 18 persen.

"Anggota legislatif [DIY] kita itu baru 20 persen,  itu pun karena ada PAW (pergantian antar waktu-red) yang kemudian perempuan.  Nah kalau aslinya cuma 18 persen, untung ada PAW-nya yang perempuan jadi 20 persen," papar Kepala (DP3AP2KB) DIY, Erlina Hidayati Sumardi di Yogyakarta, Kamis (10/08/2023).

Menurut Erlina, kuota perempuan di parlemen minimal 30 persen. Namun perempuan seringkali tidak memiliki hak yang sama dalam berpolitik dan hanya menjadi pelengkap. Persoalan ini yang akhirnya menyulitkan pemberdayaan gender di DIY.

Baca Juga:Influencer Terkenal Dodi Hidayatullah Tertangkap Lakukan Hal Tak Senonoh! Bukti Chat dan Foto Viral

Kesenjangan dalam hal partisipasi pembangunan pun masih saja terjadi. Akibatnya akses perempuan dalam pembangunan juga tak dimiliki secara optimal.

"Kesenjangan gender untuk mencapai ipm (indeks pembangunan manusia-red) masih belum setara antara yang bisa [pembangunan] diakses laki-laki dan perempuan. Termasuk kontrol dan manfaat dari pembangunan [juga belum setara]," tandasnya.

Untuk mengatasi kesenjangan gender, lanjut Erlina, dibutuhkan kerjasama, kolaborasi dan sinergi agar perempuan pun mendapatkan hak yang sama di dalam politik, baik dalam berlaga dalam Pemilu maupun hak perempuan yang mandiri yang tidak dipengaruhi orang lain dalam Pemilu.

Selain pemenuhan hak 30 persen di parlemen, peningkatan kapabilitas perempuan juga sangat penting. Selain memiliki kapasitas yang bagus sebagai wakil rakyat, sumber daya ekonomi juga dibutuhkan perempuan untuk bisa bertarung dalam mendulang suara pada 2024 mendatang.

"Nah, ini juga masih menjadi PR banyak untuk sumber daya ekonomi dan kapabilitas perempuan dalam pemilu nanti," imbuhnya.

Baca Juga:Dodi Hidayatullah Eks Adam Musik Dipolisikan, Kabur Usai Ajak Korban Bersetubuh Berkali-kali

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak