Sebenarnya, pasien ini sudah diambil langkah untuk melakukan prosedur Hemodialisa (HD) namun kondisinya terus memburuk dan nyawanya tidak tertolong. Korban meninggal dunia pada Minggu malam sekira pukul 23.00 WIB.
"Kemudian pasien kedua adalah lelaki berumur 27 tahun juga asal Kasihan,"terangnya.
Lelaki tersebut sebelumnya sudah dilarikan ke PMI di Pelem Gurih Kasihan dan kemudian dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Gamping dengan keluhan yang sama dengan pasien pertama. Pasien ini juga akan mengikuti prosedur HD atau Cuci darah. Namun karena kondisinya menurun drastis akhirnya terpaksa dimasukkan ke ruang ICU.
Namun nyawanya tetap tidak bisa diselamatkan sebelum menjalani cuci darah. Kamis (5/10/2023) kemarin juga ada satu lagi. Dia adalah seorang laki-laki berumur 50 tahun. Lelaki tersebut dibawa ke IGD oleh keluarganya karena keluhan yang sama yaitu intoksik metanol atau karena miras oplosan.
Baca Juga:Firasat Dini Sera Afrianti Sebelum Meregang Nyawa di Tangan Pacar, Beri Kode SOS?
"Sekarang beliau masih dirawat. Mudah-mudahan bisa diselamatkan,"tutur dia.
Hingga berita ini ditulis, Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry belum bisa dikonfirmasi. Pesan yang dikirim ke Nomor telepon pribadinya belum dibaca dan direspon.
Sementara Kasi Humas Polresta Yogyakarta AKP Timbul Sasana Raharja membenarkan jika ada pasien yang meninggal dunia karena miras oplosan, bukan di RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta tetapi di RSU PKU Muhammadiyah Gamping.
"Masih simpang siur. Masih kita dalami,"ujar Timbul.
Kontributor : Julianto
Baca Juga:Dua Lokasi Store Uniqlo di Yogyakarta, Ini Alamatnya