Cerita Kaum Minoritas Soal Toleransi di Kota Jogja, Masih Toleran Kah?

Sejumlah mahasiswa minoritas ini buka suara soal isu toleransi di Kota Jogja berdasar pengalaman yang pernah mereka rasakan

Galih Priatmojo
Jum'at, 13 Oktober 2023 | 08:49 WIB
Cerita Kaum Minoritas Soal Toleransi di Kota Jogja, Masih Toleran Kah?
Ilustrasi toleransi (Freepik/9nong)

SuaraJogja.id - Kota Jogja masuk dalam 20 besar kota ter-toleran di Indonesia. 

Data itu termaktub dalam indeks kota toleran yang dirilis Setara Institute pada 2022 lalu. 

Disebutkan posisi kota Jogja sebagai kota ter-toleran naik tajam dibanding dengan tahun 2017 yang masih di peringkat 89. 

Tapi apakah dalam praktik di tengah masyarakat label ter-toleran itu apakah benar-benar telah dirasakan terutama bagi mereka yang berstatus minoritas?

Baca Juga:Gaungkan Kesetaraan Hak, Puluhan Penyandang Disabilitas di Kota Jogja Difasilitasi Bikin SIM

Salah satu mahasiswa Atma Jaya Yogyakarta Christopher Carel (21) saat ditemui mengungkapkan urung pernah menemui masalah soal toleransi selama tinggal di Jogja.

Remaja yang akrab disapa Carel ini justru mengalami masalah soal toleransi di kampung halamannya sendiri yakni di Solo. 

"Sebenarnya kalau dari kebiasaan ibadah, ga ada yang beda ya antara di Solo dan Jogja. Tapi mungkin kalau di luar itu, ada. Jadi dulu itu di Solo saya pernah ngalami, kadang lagi di pasar, terus di jalan raya masih ada orang yang toleransinya kurang ya. Kaya bilang, masnya cina ya," ujar Carel.

Menariknya, kejadian tersebut tidak pernah terjadi di Jogja. Terhitung selama Carel berkuliah di Jogja, dari awal tahun 2022 sampai sekarang tidak ada pengalaman buruk semacam itu.

Hal serupa nyatanya juga dirasakan Dorene Tanry (21). Mahasiswi yang berstatus minoritas tersebut mengakui bahwa kota Jogja hingga kini masih cukup toleran. 

Baca Juga:Dishub Kota Jogja Ungkap Penyumbang Polusi Terbesar, Kendaraan Lama dan Perawatan Minim

Dara asal Batam yang beragama Buddha tersebut mengaku tidak pernah mendapatkan perlakuan diskriminatif selama ia berada di kota Jogja.

"Aku kan agamanya Buddha ya. Nah kalau aku di Batam itu ke vihara, tapi di Jogja ini aku malah ga pernah ke vihara. Justru perginya ke gereja bareng temen-temen. Jadi aku bisa bilang kalau Jogja ini kota yang toleransi, karena apapun agamamu orang tidak terlalu mengurusi hal tersebut," jelas Dorene.

Terlepas dari kasus-kasus intoleran yang pernah terjadi di Jogja, ternyata kota ini masih menyimpan juga orang-orang berkualitas yang tidak diskriminatif dan cukup toleran antara satu dengan yang lainnya.

Kontributor: Fristian Setiawan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak