"Saya melihat sih variatif campur (segmentasi) lebih banyak family karena segmen kita bebek itu keluarga. Mereka bawa keluarga untuk makan, bebek kan masuknya makan besar sehingga target family," terangnya.
"Tapi tidak menutup kemungkinan yang mahasiswa pelajar ya gak masalah untuk bisa makan juga. Karena ada price-price yang bisa terjangkau buat mereka. Jadi bukan hanya sasaran price buat family tapi pelajar juga kita sediakan dengan price terjangkau," imbuhnya.
Dalam pembukaan outlet Bebek Goreng H. Slamet by Waroeng di Jalan Godean ini juga mengundang sejumlah warga sekitar. Mereka diajak untuk mencicipi olahan bebek yang ada.
"Sudah menjadi culture setiap opening baik bebek atau waroeng steak kita selalu mengundang warga sekitar baik ibu bapakatau kalau ada anak yatim. Untuk merasakan dulu mereka masakan yang kita buat, sebelum pelanggan umum di sini," tandasnya.
Baca Juga:5 Warung Bebek Goreng Enak di Jogja, Daging Empuk dan Gurihnya Pas