"Beda orang memang. Jadi korban beda orang dan ada satu orang ada beberapa foto yang berbeda. Terkait masalah apakah ada yang (perilaku) menyimpang kita belum melakukan pemeriksaan psikologi, namun kita lihat dia meliki kesenangan saja untuk mengoleksi hal itu," ungkapnya.
Hingga saat ini, kata Adrian, pihaknya belum mendapatkan informasi terkait masalah penyebaran foto dan video tersebut. Namun hasil pemeriksaan sampai saat ini hanya untuk konsumsi pribadi yang bersangkutan.
Pelaku NS mengaku aksinya itu hanya untuk kesenangan pribadi saja. Aksi tersebut dilakukan karena ada kesempatan saja saat di TKP
"Ya hanya untuk kesenangan pribadi, yang saya lakukan 4 kali. Korban berbeda-beda, ada 2 orang. Pilih korban karena ada kesempatan gorden terbuka, kebanyakan terbuka. Itu saja, ngga tertarik sama sekali, ingin tahu dalam kamar saja, di dalamnya gimana. Konsumsi pribadi untuk sekadar tahu saja," ujar NS.
Kini pelaku sudah ditahan di Rutan Mapolresta Sleman. Pelaku disangkakan Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 UU RI Nomor 12 tahun 2022 tentang TPKS dengan ancaman kurungan penjara 6 tahun.