Hal tersebut didasarkan pada kebiasaan Deva yang tidak menentu dalam mencukupi kebutuhan primernya, salah satunya makan.
Deva terkadang membeli makanan di luar, namun juga tak jarang untuk memasak makanan sendiri.
Jadi selama ini, Deva cenderung menggunakan UMP Yogyakarta secara mengalir. Jika memang ada, maka digunakan dengan sebaik-baiknya.
"Kenaikannya kurang signifikan, karena kebutuhan di Jogja juga banyak kan, dan harganya ga murah juga. Mungkin balik lagi ke masing-masing orang. Tapi kalau dari saya, itu kurang berpengaruh signifikan. Karena kalau per bulan itu jujur saya ga tahu habis berapa, karena ga pernah ngitung secara pasti. Lebih ke mengalir saja. Kadang masak, kadang beli makanan di luar, jadi ga pasti.", ujar Deva.
Baca Juga:Pasca Pengumuman UMP DIY 2024, Ini Kata Disnaker Soal Besaran UMK Sleman
Kontributor: Fristian Setiawan