"Lha kalau makan siang untuk anak sekolah bukan [untuk mengatasi] stunting namanya, itu hiburan. Dan perlu tahu gak, kasih tahu gak, itu kalau mau dihitung riil satu tahun [anggaran] Rp450 triliun," tuturnya.
"Kalau ini untuk perberdayaan petani orang-orang bisa heli makan sendiri kok, belum lagi nanti pasti ada permainan penyeragaman menu, kan masing-masing ada yang suka bakso, sate, ada yang lebih parah sukanya cilok melulu, tapi pengalaman saya di Jogja akhir bulan pasti mi instan," kelakarnya.
Dia meminta anak-anak muda untuk melihat program tersebut secara lebih komperhensif.
"Jadi menurut saya ini harus disikapi dengan hati-hati, kadang-kadang anak-anak mahasiswa itu suka gratisan sih kalau dikasih prgram gratisan itu wah menarik ini," ujar dia.
Baca Juga:Respons Putusan Etik DKPP, Cak Imin: Jangan Main-main dengan Demokrasi Kita