5 Fakta Unik Tentang Jamaah Aolia di Gunungkidul yang Sudah Menggelar Sholat Tarawih

Jamaah Aolia di Gunungkidul, Rabu (6/3/2024) malam telah melaksanakan sholat tarawih lebih dulu dibanding Muhammadiyah, NU maupun Arab Saudi.

Galih Priatmojo
Kamis, 07 Maret 2024 | 11:16 WIB
5 Fakta Unik Tentang Jamaah Aolia di Gunungkidul yang Sudah Menggelar Sholat Tarawih
Suasana salat tarawih jamaah Aolia menjelang Ramadan yang dihelat di Masjid Padukuhan Panggang III, Kalurahan Giriharjo, Kalurahan Panggang Gunungkidul, Rabu (6/3/2024) malam. [Kontributor Suarajogja.id/ Julianto]

"Di kecamatan Panggang ada sekitar 10 titik," terangnya.

Mbah Benu Pemimpin Kharismatik Jamaah Aolia

Dikutip dari Channel YouTube Raden Arya Pradana, Mbah Benu memiliki nama asli Ibnu Hajar Gagak Pranolo.

Ia dipercaya merupakan keturunan dari tokoh berpengaruh di Jawa Tengah.

Baca Juga:Pinjamkan Sertifikat Tanah ke Orang Lain, Warga Semanu Ketipu hingga Kehilangan Rumah Miliknya

"Kalau diurutkan saya urutan ke-9 dari Gagak Pranolo I," terang Mbah Benu.

Sementara itu menurut Musa yang merupakan keturunan Mbah Benu mengungkapkan sang ayah memeroleh keilmuannya secara laduni yang turun tiba-tiba lewat bimbingan para mursyid atau guru lainnya seperti Gus Jogo Rekso di Muntilan, Syech Jumadil Kubro yang dimakamkan di Gunung Turgi dan Sunan Pandanaran di Klaten.

Lebih lanjut, Musa menyebut Mbah Benu pernah mondok atau nyantri di sejumlah pondok pesantren di Jawa Tengah.

"Ia pernah mondok di Pesantren Mbulus serta pesantren di daerah Maron Purworejo," imbuhnya.

Ajaran Islam yang dianut Jamaah Aolia

Baca Juga:Soal Aksi Bullying Siswa Difabel, Polres Gunungkidul Sarankan Diselesaikan secara Kekeluargaan

Masih dari penuturan Musa, ajaran Islam yang diejawantahkan oleh para jamaah Aolia dibedakan menjadi dua yakni ilmu kasbi dan ilmu laduni.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak