SuaraJogja.id - Dua orang nelayan dari Pantai Sadeng, Gunungkidul hilang saat menebar jaring lobster di tengah laut. Satu di antaranya adalah anggota Tim SAR setempat. Diduga perahu mereka karam dihantam ombak tinggi.
Sebab, Tim SAR Gabungan yang melakukan pencarian menemukan serpihan perahu jukung yang biasa digunakan nelayan setempat. Sebelum menemukan serpihan perahu, Tim SAR juga menemukan tangki BBM perahu jukung.
Koordinator SAR Satlinmas Istimewa Wilayah I Pantai Sadeng, Sunu Handoko Bayu Segara menuturkan keduanya berangkat ke laut, Rabu (5/6/2024) sekira pukul 14.30 WIB. Keduanya berniat untuk memasang jaring lobster di tengah laut karena kebetulan saat ini tengah musim lobster.
"Seperti biasa, mereka memasang jaring lobster di tengah laut," tutur dia, Rabu malam.
Baca Juga:Terekam CCTV! Pemuda Gunungkidul Gondol Uang Rp5 Juta di Toko Bakpia Malioboro
Dua orang nelayan yang hilang tersebut adalah Agung Widodo (44) nelayan asal Dusun Mesu, Kelurahan Sumberagung, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah yang juga berprofesi sebagai Anggota SAR Pantai Sadeng. Korban lainnya adalah Tatak Prayogo (27) anak buah kapal asal Wonotoro, Kalurahan Pucung, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul.
Keduanya berangkat meninggalkan Pantai Sadeng Rabu siang sekira pukul 13.30 WIB. Kebetulan saat itu gelombang laut di kawasan selatan Gunungkidul memang tengah tinggi. Dan sampai pukul 17.30 WIB, kedua korban belum juga mendarat di dermaga Pantai Sadeng.
"Rekan-rekannya sesama nelayan dan SAR khawatir terjadi trouble. Mereka kemudian ada yang melakukan pencarian," kata dia,
Beberapa anggota SAR kemudian berinisiatif melakukan pencarian ke tengah lautan dengan menggunakan perahu yang mereka miliki. Tim SAR juga berkoordinasi dengan nelayan yang lain untuk membantu pencarian di seputaran pantai Sadeng.
Mereka berusaha menyisir lautan dari Mdermaga pantai Sadeng menuju ke barat, ke arah pantai Baron. beberapa saat kemudian, tepatnya di depan Tebing Nguluran yang berada di barat pantai sadeng, Tim SAR menemukan sebuah tangki perahu mesin tempel yang diduga tangki perahu korban.
Baca Juga:Sebulan Hujan Menghilang, Dua Kalurahan di Gunungkidul Mulai Alami Krisis Air Bersih
"Dua nelayan menggunakan perahu jukung bernama lambung Gama Putra 01. Belum dapat dipastikan serpihan itu berasal dari perahu Gama Putra 01 atau bukan," tambahnya.
Kemudian saksi melaporkan kepada Regu SAR Pantai Sadeng dan dilanjutkan pencarian. Setelah menerima laporan SAR Pantai Sadeng segera menuju ke titik TKP yang ditunjukan oleh saksi bersama nelayan Pantai Sadeng.
Anggota SAR dengan dengan menggunakan 4 perahu jukung dan ditemani nelayan berangkat ke tengah pada pukul 18.10 WIB menemukan serpihan perahu. Beberapa saat kemudian tim pencarian laut mendarat karena waktu sudah gelap dan gelombang semakin tinggi.
"Mulai pukul 20.00 WIB anggota SAR berjumlah 16 orang melakukan penyisiran melalui darat dan dibagi menjadi 3 titik penyisiran yaitu Tebing Ngungap, Tebing Nguluran dan Pantai Srakung," ujarnya.
Kontributor : Julianto