"Kami mengusulkan bangunan harus dibangunkan jadi, setelah sekolah jadi baru anak-anak kita pindahkan. Nanti SD baru dibongkar. Jangan sampai belum ada bangunan pengganti sudah dibongkar," tandasnya.
Agar tidak mengganggu aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM), Ery meminta pihak tol untuk menyiasati pengerjaan di sekitar area sekolah. Termasuk meminta untuk tidak melakukan pengerjaan saat anak-anak sedang KBM.
"Selama pekerjaan itu kami mohon, selama aktivitas KBM di sekitar itu tidak dikerjakan dulu karena memang sekolahnya dekat dengan pembangunan jalan tol. Jadinya selama masih anak-anak KBM itu tidak mengerjakan, kalau mau mengerjakan yang dekat kita minta di luar KBM mungkin malam dan seterusnya," pungkasnya.
Berdasarkan pantauan Suara Jogja di SD Ngalarang, proyek tol di sekitarnya memang sudah mulai dikerjakan. Termasuk bagian belakang sekolah yang sudah diberi pembatas.
Baca Juga:Jemaah Haji Sleman Siap Kembali ke Tanah Air 6 Juli, Ini Pesan Kemenag