Target PAD Pariwisata Bantul Dinilai Tak Masuk Akal, Dinpar bakal Turunkan Target

Kenaikan target sebesar 100 persen dinilai tidak realistis.

Muhammad Ilham Baktora
Selasa, 25 Juni 2024 | 19:55 WIB
Target PAD Pariwisata Bantul Dinilai Tak Masuk Akal, Dinpar bakal Turunkan Target
Suasana TPR masuk Pantai Parangtritis yang hari ini dibuka lagi setelah PPKM turun ke level 2, Rabu (20/10/2021). [Kontributor / Julianto]

SuaraJogja.id - Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, sedang mengevaluasi kembali target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata untuk tahun 2024, karena target awal dinilai terlalu tinggi.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi, target PAD sektor pariwisata tahun 2024 sebesar Rp49 miliar dianggap tidak realistis.

Target ini hampir dua kali lipat dibandingkan target tahun sebelumnya sebesar Rp26 miliar. Pada tahun sebelumnya, target awal juga ditetapkan sebesar Rp49 miliar namun diturunkan menjadi Rp26 miliar pada Perubahan APBD 2023 untuk lebih realistis.

Oleh sebab itu, pada Perubahan APBD 2024, akan dilakukan perhitungan ulang untuk usulan perubahan target pendapatan.

Baca Juga:Sesosok Mayat Perempuan Ditemukan Membusuk di Bantul, Diduga Korban Pembunuhan

Peningkatan target PAD tahun 2024 sebesar Rp49 miliar dipengaruhi oleh kenaikan tarif retribusi pariwisata di Bantul sebesar 50 persen, dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu untuk masuk kawasan pantai selatan. Namun, kenaikan tarif tersebut baru berlaku efektif mulai Mei 2024, bukan sejak awal tahun.

"Kenaikan target sebesar 100 persen dinilai tidak realistis meski tarif retribusi naik 50 persen dan berlaku sejak Mei 2024," ujar Saryadi, Selasa (25/6/2024).

Saryadi menambahkan, kenaikan target dari Rp26 miliar menjadi Rp49 miliar kurang realistis. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul untuk menurunkan target PAD pariwisata di APBD 2024.

"Kenaikan tarif 50 persen idealnya menghasilkan kenaikan PAD sekitar 50 persen. Jika tahun lalu targetnya Rp26 miliar, maka tahun ini seharusnya maksimal Rp39 miliar, apalagi kenaikan tarif berlaku mulai Mei," katanya.

Belum ada keputusan pasti mengenai target realistis untuk tahun 2024, namun diperkirakan target tersebut akan kurang dari Rp39 miliar, mengingat perbandingan dengan tahun 2023. [ANTARA]

Baca Juga:Hadapi Ancaman Kekeringan, BPBD Bantul Siapkan Dua Armada Tangki Air

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak