"Ini sekarang saya pasang di dua lahan saya. Satu dekat Balai Padukuhan Bungkus dan yang satu di bulak Parangtritis," tambahnya.
Ia mengakui, jika inovasi ini sangat membantu pekerjaannya menyirami tanaman cabai dan bawang merahnya. Sebelumnya, Anto masih memakai cara konvensional yaitu menggunakan mesin pompa air bertenaga bahan bakar minyak (BBM) untuk penyiraman. Penyemprotan pun dilakukan secara manual.
Ketika menyiram dengan memanfaatkan diesel, maka dia harus merogoh kocek sebesar Rp30 ribu sekali penyiraman.
Namun dengan memanfaatkan internet dan listrik ini, dia mengestimasi biaya yang dikeluarkannya hanya Rp2.000 untuk sekali penyiraman. Dia pun terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar.
Baca Juga:Ikuti Perkembangan Zaman, Pelaku UMKM Gunungkidul Didorong Jual Produk Manfaatkan Teknologi
Kontributor : Julianto