"Umpak Buka", Refleksi Makna Mendalam di Balik Festival Kebudayaan Yogyakarta

"Festival ini mempertemukan kita semua dalam merajut kebersamaan".

Muhammad Ilham Baktora
Jum'at, 11 Oktober 2024 | 14:45 WIB
"Umpak Buka", Refleksi Makna Mendalam di Balik Festival Kebudayaan Yogyakarta
Wagub DIY, KGPAA Paku Alam X dan para seniman membuka FKY 2024 di Yogyakarta, Kamis (10/10/2024). [Kontributor Suarajogja.id/Putu]

SuaraJogja.id - Setelah tahun lalu digelar di Kulon Progo, Bantul pada tahun ini menjadi tuan rumah Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY). Digelar di Lapangan Bawuran, Pleret, acara tahunan ini digelar selama delapan hari hingga 18 Oktober 2024 kedepan.

Wakil Gubernur (wagub) DIY, KGPAA Paku Alam X dalam pembukaan FKY 2024 di Yogyakarta, Kamis (10/10/2024) mengungkapkan, FKY diminta tidak hanya sebatas selebrasi budaya. Namun acara tersebut juga memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan ekonomi, pariwisata, dan pendidikan di Yogyakarta.

"Festival ini mempertemukan kita semua dalam merajut kebersamaan, memperkuat identitas Yogyakarta sebagai pusat kebudayaan yang inklusif, di mana masa lalu dan masa kini menyatu dalam harmoni," ungkap dia.

FKY juga harus menjadi ruang refleksi bagi semua pihak. Memilih tema "Umpak Buka", festival ini mestinya menawarkan sebuah perenungan mendalam terhadap makna fondasi dalam kehidupan budaya masyarakat Jawa.

Baca Juga:Menjaga Warisan, Mensejahterakan Masyarakat, Upaya Yogyakarta Mengembangkan Kawasan Cagar Budaya

Apalagi Umpak, sebagai penyangga utama dalam arsitektur tradisional, memiliki arti yang jauh melampaui benda fisiknya. Ia adalah simbol kekokohan dasar, tatanan, dan prinsip yang menjadi tempat berpijak dalam membangun kehidupan yang harmonis.

"Ini adalah representasi dari bagaimana nilai-nilai budaya kita terus menjadi pilar yang menopang dinamika perubahan zaman," kata dia.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi mengungkapkan, FKY diharapkan dapat terus menjadi titik temu bersama dan ruang kolaborasi. Selain itu mensinergikan berbagai kerja budaya dalam satu nafas Kebudayaan Yogyakarta.

"Urusan Kebudayaan bukan hanya milik satu sektor, bukan milik seniman saja, budayawan saja, atau dinas kebudayaan saja. Urusan kebudayaan adalah milik seluruh sektor yang ada dalam masyarakat," paparnya.

Kebudayaan, lanjut Dian merupakan cara hidup yang menjadi ibu dari sebuah peradaban. Karenanya semua pihak diharapkan mengembalikan FKY ke masyarakat, kepada publik sehingga menjadi festival yang merengkuh berbagai keberagaman dan merayakan kebudayaan.

Baca Juga:KB Inklusif Gantari Yakkum Meriahkan Parade Budaya di Ngaglik

"FKY ini senantiasa menjadi salah satu kegiatan unggulan yang berdampak baik, turut meningkatkan kesejahteraan, memupuk kemandirian dan juga menjadi penyemangat kita dalam mengisi keistimewaan dengan kerja-kerja budaya," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak