Hasilnya cukup mencengangkan. Karena dari survei awal menunjukkan adanya pengaruh tingkat literasi digital komunikasi hati terhadap penurunan angka perundungan hingga 25 persen di sekolah tersebut.
"Meski hanya 25 persen, angka ini tetap penting karena adanya penurunan angka bullying, meskipun faktor lain seperti pola asuh orang tua juga mempengaruhi," sebut dia.
Atas keberhasilan tersebut, lanjut Puji, Disdikpora berencana akan menerapkan konsep komunikasi hati dalam aplikasi tersebut di 30 Smart School pada tahun depan. Diharapkan konsep pembelajaran tersebut akan diterapkan ke sekolah-sekolah lain untuk mengurangi angka perundungan di lembaga pendidikan DIY.
"Kami akan menerapkan aplikasi bertahap ke sekolah lain, termasuk ke-30 sekolah Smart School pada tahun depan sesuai permintaan Disdikpora," imbuhnya.
Baca Juga:Tegas, Sultan Minta Toko Miras Ilegal di Jogja Ditutup, Penjualan Online Jadi Sorotan
Kontributor : Putu Ayu Palupi