Kajian dari lembaga penelitian pariwisata menunjukkan bahwa DIY, dengan seringnya dijadikan lokasi syuting film, memiliki potensi kenaikan pendapatan sekitar Rp20-Rp30 miliar per tahun. Jika kemudian dikombinasikan dengan efek pariwisata yang meningkat, promosi daerah, dan pendapatan dari sektor kreatif.
Lebih dari itu pentingnya promosi melalui film yang dilakukan berbagai daerah. Pasalnya film dapat memberikan efek jangka panjang, bahkan hingga 5-10 tahun setelah perilisan, terutama pada lokasi-lokasi yang menjadi ikon film.
Untuk mendukung perkembangan industri film di Yogyakarta, Dinas Pariwisata DIY selalu terbuka untuk memberikan rekomendasi izin atau tempat kepada para produser film yang ingin syuting di lokasi-lokasi tertentu. Memang tidak ada perizinan khusus, tapi pihak dinas memberikan rekomendasi misal kepada pengelola tempat wisata dan kepolisian setempat untuk kelancaran produksi.
Iwan menambahkan bahwa pada tahun 2023, ada 165 izin produksi film yang dikeluarkan untuk 25 negara yang akan melakukan syuting di Indonesia. Yogyakarta mencatatkan 8 izin produksi film mancanegara yang syuting di kota pelajar ini.
Hal ini menandakan bahwa kota ini menjadi salah satu lokasi favorit bagi produser film, baik lokal maupun internasional.
"Film dapat menjadi media yang sangat kuat dalam mempromosikan pariwisata. Jika kita dapat memanfaatkan momentum ini, Yogyakarta bisa menjadi pusat industri film yang sekaligus mendongkrak kunjungan wisatawan ke berbagai desa wisata," tandasnya.
Bantu Promosi Pariwisata
Sementara itu, menurut Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Kus Endarto meyakini produksi film yang salah satunya banyak dilakukan di Sleman akan berdampak baik secara langsung maupun tidak.
"Dari sisi pariwisata, pembuatan film yang berlokasi di Kabupaten Sleman tentunya ikut membantu promosi pariwisata di Kabupaten Sleman. Bilamana ditanyakan dampaknya ke PAD, secara tidak langsung, ketika lokasi syuting tersebut dikenal, maka banyak orang yang mulai mengunjungi lokasi-lokasi tersebut. Insyaa Allah, dengan kedatangan mereka ke lokasi tersebut, bisa meningkatkan PAD Sleman," ujar Kus.
Baca Juga:Penjual Cilok di Sleman Tertabrak Motor saat Dorong Gerobak, Begini Kronologinya
"Pada saat produksi film berlangsung, baik produksi film di Sleman ataupun di luar Kabupaten Sleman, selama para kator/aktris dan crew film menginap, makan dan belanja di Kabupaten Sleman, pastinya mereka akan turut menyumbang PAD Sleman. Apalagi biasanya proses syuting bisa mengambil waktu sampai dengan kurang lebih 1 bulan," imbuhnya.