Bawang Merah Jadi Biang Utama Inflasi di DIY, Ini Penyebabnya

Menurut Ibrahim, inflasi lebih tinggi di DIY tertahan oleh penurunan harga beberapa komoditas pangan terutama hortikultura, salah satunya cabai rawit.

Galih Priatmojo
Selasa, 03 Desember 2024 | 13:27 WIB
Bawang Merah Jadi Biang Utama Inflasi di DIY, Ini Penyebabnya
Ilustrasi inflasi. [Istimewa].

SuaraJogja.id - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) menyebutkan bahwa komoditas bawang merah menjadi pemicu utama inflasi 0,25 persen di DIY pada November 2024.

"Berdasarkan komoditasnya, inflasi DIY disumbang oleh komoditas bawang merah dengan andil 0,07 persen 'month-to-month (mtm)'," ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Ibrahim dalam keterangan resminya di Yogyakarta, Selasa.

Menurut Ibrahim, andil bawang merah terhadap inflasi DIY seiring dengan mulai terbatasnya pasokan komoditas itu dari daerah pemasok utama seperti Bima, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kondisi keterbatasan pasokan juga terjadi pada komoditas minyak goreng sehingga memberikan andil inflasi mencapai 0,03 persen mtm," ujar dia.

Baca Juga:Persentase Kemiskinan Tertinggi di Jawa, DPRD Desak Pemda DIY Maksimalkan Pemanfaatan Danais

Sementara, andil inflasi komoditas daging ayam ras mencapai 0,02 persen secara bulanan seiring terbatasnya jumlah pasokan 'day old chicken' (DOC), serta permintaan konsumen yang relatif meningkat.

Menurut Ibrahim, inflasi lebih tinggi di DIY tertahan oleh penurunan harga beberapa komoditas pangan terutama hortikultura, salah satunya cabai rawit.

Dia mengatakan harga cabai rawit mengalami penurunan dengan andil deflasi mencapai 0,03 persen mtm sejalan permintaan yang cenderung stabil di tengah pasokan yang relatif terjaga.

"Hal ini sejalan dengan masih berlangsungnya panen di sejumlah daerah sentra pemasok, seperti Kabupaten Bantul, Magelang dan Nganjuk," ucap dia.

Lebih lanjut, komoditas lainnya seperti sawi, kentang, kangkung, wortel juga mengalami deflasi dengan andil masing-masing sebesar 0,01 persen mtm sejalan dengan pasokan komoditas yang melimpah dari sentra produsen di tengah musim panen.

Baca Juga:Sirekap di Jogja Sempat Bermasalah, Petugas Tak Bisa Unggah Data TPS

BI bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY, kata Ibrahim, berkomitmen menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) DIY 2024.

Menurut dia, pengendalian inflasi di antaranya berwujud operasi pasar atau pasar murah yang diperkuat dengan optimalisasi Kios Segoro Amarto sebagai sebagai referensi harga pedagang Yogyakarta untuk menjaga daya beli.

"Hal itu sebagai wujud komitmen Bank Indonesia, Pemerintah, serta seluruh stakeholder dalam mencapai inflasi 2024 sesuai target sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen," tutur Ibrahim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak