Heboh Jejak Macan di Gunungkidul, BKSDA Jogja Ragukan Keasliannya

Saat ini, kata Lukita, proses penelusuran masih berlanjut.

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 08 Januari 2025 | 14:30 WIB
Heboh Jejak Macan di Gunungkidul, BKSDA Jogja Ragukan Keasliannya
Ilustrasi Macan. (Unsplash)

SuaraJogja.id - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta menyelidiki jejak diduga macan yang ditemukan warga Padukuhan Gerjo, Kalurahan Grogol Paliyan, Gunungkidul. Hasil analisis yang dilakukan sementara BKSDA meragukan jejak itu merupakan macan.

"Berdasarkan hasil analisis dari Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Yogyakarta, masih diragukan jika jejak yang ditemukan tersebut sebagai jejak macan," kata Kepala BKSDA Yogyakarta Lukita Awang Listyantara, saat dikonfirmasi, Rabu (8/1/2025).

Disampaikan Lukita, hal tersebut didasarkan hasil identifikasi dokumentasi warga. Jika jejak macan maka bekas kuku tidak tercetak atau tidak terlipat secara sempurna.

Hal senada juga diungkap oleh salah satu warga yang ikut cek di lokasi. Warga justru menduga jejak tersebut sebagai jejak kucing hutan.

Baca Juga:Sikhlo Kembali Muncul di Gunungkidul, Dua Lahan Sawah Amblas

Koordinasi dilakukan BKSDA Yogyakarta bersama dengan Tim Resor Konservasi Wilayah (RKW) SM Paliyan. Dari hasil koordinasi tersebut diperoleh informasi bahwa warga telah berhasil mendokumentasikan jejak kaki binatang berukuran sekitar 6 cm.

Jejak itu yang kemudian diklaim sebagai jejak kaki macan dewasa. Penemuan jejak kaki tersebut tepatnya berlokasi di lahan kas desa dan kawasan hutan yang dikelola Dinas LHK DIY.

Selain itu, petugas RKW SM Paliyan juga mengumpulkan beberapa kesaksian warga. Antara lain kesaksian Warga Grogol yang mengaku melihat 2 (dua) ekor macan dewasa dan anaknya sedang berjalan.

"Hasil cek lokasi yang dilakukan petugas RKW SM Paliyan [BKSDA] bersama Sekretaris Desa Grogol, dan warga masyarakat menemukan jejak sudah luntur tidak terlihat jelas akibat guyuran hujan," tuturnya.

Saat ini, kata Lukita, proses penelusuran masih berlanjut. Kendati demikian, BKSDA Yogyakarta menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada.

Baca Juga:Makan Bergizi Gratis di Gunungkidul Terkendala Anggaran, DPRD Desak Penambahan di APBD Perubahan

"Jangan melakukan aktivitas di kebun sendirian dan mengurangi aktivitas di malam hari," ucapnya.

Sebagai tambahan informasi, BKSDA Yogyakarta juga pernah melakukan pemasangan kamera trap di Dlingo, Bantul pada tahun 2015 dan 2019 sebagai tindaklanjut dari laporan masyarakat terkait keberadaan macan di Bantul.

Dari dua waktu pemasangan kamera trap tersebut tidak dijumpai keberadaan macan di wilayah yang dilaporkan oleh warga di Bantul.

Sebelumnya diberitakan warga Padukuhan Gerjo, Kalurahan Grogol Paliyan, Gunungkidul, tengah dilanda kecemasan setelah kemunculan seekor macan di area ladang penduduk di Glempeng pada 31 Desember 2024.

Kejadian ini telah membuat warga takut untuk melanjutkan aktivitas sehari-hari di ladang, termasuk bertani dan menggembala.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak