Tak Dapat Alokasi Operasi Pasar dari Pemerintah Pusat, Jogja Pilih Gelar Mandiri di Tengah Harga Cabai Melejit

Pasar murah akan berakhir pada 6 Maret.

Muhammad Ilham Baktora
Senin, 03 Maret 2025 | 19:45 WIB
Tak Dapat Alokasi Operasi Pasar dari Pemerintah Pusat, Jogja Pilih Gelar Mandiri di Tengah Harga Cabai Melejit
Pedagang menjual cabai yang mengalami kenaikan harga signifikan di Pasar Beringharjo. [Kontributor/Putu Ayu Palupi]

SuaraJogja.id - Harga bahan pangan, khususnya cabai, di Kota Jogja mengalami kenaikan pada awal bulan Ramadan. Meski demikian, Pemerintah Pusat tidak memberikan alokasi Operasi Pasar (OP) untuk wilayah ini.

Kepala Bidang Ketersediaan, Pengawasan, dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Yogyakarta, Riswanti kenaikan harga terjadi pada komoditas cabai, terutama cabai rawit merah dan cabai merah keriting.

"Harga cabai rawit merah dan cabai merah keriting mengalami sedikit kenaikan," jelasnya Senin (3/3/2025).

Berdasarkan laporan harga bahan pangan pokok Dinas Perdagangan Kota Jogja per 3 Maret 2025, harga cabai merah keriting mencapai Rp60 ribu per kg, cabai merah besar Rp65 ribu per kg, dan cabai rawit merah Rp100 ribu per kg. Sementara itu, harga komoditas lainnya relatif stabil.

Baca Juga:Berkedok Alumni, Pelaku Pelecehan Seksual di UPN Jogja sempat Beraksi di Musala Kampus

Terkait dengan Operasi Pasar yang dijalankan berdasarkan arahan presiden, Kota Jogja tidak masuk dalam daftar alokasi. Program ini diselenggarakan di kantor pos dengan tujuan menjaga stabilitas harga dan pasokan di daerah tertentu.

"Penentuan titik operasi pasar dilakukan berdasarkan evaluasi stabilitas harga di suatu daerah. Jika harga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) atau mengalami fluktuasi signifikan, barulah daerah tersebut mendapatkan alokasi. Berdasarkan pemantauan Kementerian Pertanian, harga di Kota Jogja dinilai stabil dengan pasokan yang tetap lancar," jelasnya.

Meskipun tidak mendapatkan alokasi dari Pemerintah Pusat, Pemkot Jogja tetap mengadakan Operasi Pasar menggunakan anggaran dari APBD Kota Jogja. Program ini akan dimulai pada minggu pertama Maret, setelah kegiatan pasar murah di tingkat kemantren selesai.

"Pasar murah akan berakhir pada 6 Maret, kemudian dilanjutkan dengan Operasi Pasar di empat lokasi, yaitu Pasar Beringharjo, Kranggan, Prawirotaman, dan Demangan. Kuota Operasi Pasar ini mencapai 48 ton yang akan didistribusikan ke keempat pasar tersebut," ungkapnya.

Operasi Pasar akan berlangsung selama dua minggu dengan skema subsidi kepada pedagang sebesar Rp2.000 per kg setelah pemotongan pajak.

Baca Juga:Gegara Keruk TKD untuk Jalan Kampung 10 Meter, Warga Bejiharjo Ditegur Keraton Yogyakarta

"Subsidi ini ditujukan kepada pedagang agar lonjakan harga dapat dikendalikan. Fokus utama Operasi Pasar ini adalah bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, dan telur," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak