Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya

Tren kunjungan wisatawan di Gunungkidul hingga Bantul saat libur lebaran menurun bila dibanding dengan momen serupa setahun yang lalu.

Galih Priatmojo
Rabu, 02 April 2025 | 16:16 WIB
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya
Kunjungan wisatawan ke pantai Kukup, Gunungkidul saat libur lebaran 2025. [Kontributor/Julianto]

SuaraJogja.id - Belasan ribu wisatawan mulai memadati sejumlah kawasan wisata di Gunungkidul selama libur Lebaran. Namun, Dinas Pariwisata setempat memprediksi jumlah kunjungan tahun ini tidak akan seramai Lebaran tahun lalu.

Pada Senin (31/3/2025), jumlah kunjungan wisatawan tercatat sebanyak 4.560 orang dengan pendapatan retribusi mencapai Rp 41.349.200. Sementara itu, pada Selasa (1/4/2025), jumlah wisatawan meningkat menjadi 15.079 orang dengan pendapatan retribusi Rp 154.731.000.

Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul memperkirakan jumlah kunjungan wisatawan selama Ramadhan 1446 H mengalami penurunan sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata Gunungkidul, Supriyanta, menjelaskan bahwa momen libur Lebaran tahun ini berdekatan dengan libur Natal dan Tahun Baru, yang menyebabkan masyarakat lebih berhati-hati dalam mengalokasikan anggaran untuk perjalanan wisata.

Baca Juga:Gunungkidul dan Bantul Dilanda Banjir Usai Diguyur Hujan Lebat, Sebagian Warga Masih Terjebak

“Beberapa hari libur nasional seperti Nyepi pada Februari lalu juga berpengaruh terhadap tren perjalanan wisata. Banyak masyarakat yang sudah mengalokasikan dana liburan sebelumnya, sehingga kunjungan wisatawan selama Ramadhan mengalami penurunan,” ungkap Supriyanta, Rabu (2/4/2025).

Selain faktor finansial, cuaca ekstrem juga menjadi kendala utama bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Gunungkidul. Hujan deras dan cuaca mendung yang terjadi di berbagai daerah, termasuk wilayah Pantura yang merupakan salah satu kantong utama wisatawan ke Gunungkidul, berpengaruh terhadap jumlah pengunjung.

“Kondisi cuaca yang tidak menentu ini mempengaruhi minat wisatawan untuk bepergian, terutama ke destinasi wisata alam seperti pantai dan perbukitan,” jelasnya.

Selain faktor cuaca, kebijakan dari beberapa daerah juga turut mempengaruhi jumlah kunjungan wisata. Salah satunya adalah larangan study tour oleh pemerintah Jawa Barat, yang sebelumnya menjadi salah satu penyumbang kunjungan wisatawan ke Gunungkidul.

Meskipun menghadapi tantangan, Dinas Pariwisata tetap optimistis dengan menargetkan kunjungan sebanyak 128.494 wisatawan pada periode 2-8 April 2025. Untuk mengantisipasi penurunan jumlah pengunjung, berbagai langkah telah dilakukan, termasuk peningkatan kesiapan sarana dan prasarana wisata.

Baca Juga:Innalillahi: Gunungkidul Berduka, Ulama Kharismatik KH. Bardan Ustman Wafat

Salah satu langkah strategis yang diterapkan adalah penggunaan sistem e-ticketing di 11 Tempat Penarikan Retribusi (TPR) yang tersebar di Wediombo, Tepus, Pulegundes, Ngestirejo, Banjarejo, Baron, JJLS, Ngrenehan, Gesing, Girijati, dan Giricahyo.

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata Gunungkidul, Supriyanta, mengatakan bahwa penerapan sistem e-ticketing sudah diuji coba sejak Juli 2024 dan telah melalui berbagai evaluasi serta perbaikan.

“Saat ini, 11 lokasi tersebut sudah dapat melayani pembayaran dengan sistem e-ticketing menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC),” ungkapnya. 

Menurutnya, penerapan e-ticketing tidak hanya mempermudah pencatatan jumlah wisatawan, tetapi juga berpotensi meningkatkan pengelolaan wisata di Gunungkidul. Meski demikian, masih ada beberapa kendala dalam penerapan sistem ini, terutama terkait akses internet di beberapa destinasi wisata yang masih terbatas. Oleh karena itu, koordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) terus dilakukan.

Supriyanta menegaskan bahwa meskipun sistem e-ticketing sudah diterapkan, metode pembayaran tunai masih tetap tersedia. Pihaknya juga memastikan bahwa setiap tiket yang dijual, baik secara elektronik maupun tunai, akan dikelola dengan transparan untuk memastikan akuntabilitas keuangan.

“Jika pengunjung membayar menggunakan tunai, kami memastikan tiket yang terjual sesuai dengan jumlah pemasukan, dan uangnya segera disetorkan,” tambahnya.

Dengan berbagai langkah antisipatif ini, Dinas Pariwisata berharap jumlah kunjungan wisatawan tetap optimal meskipun mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kunjungan ke Bantul menurun

Serupa dengan Gunungkidul, pada libur lebaran perdana, ribuan wisatawan dari berbagai daerah memadati destinasi wisata pantai selatan Kabupaten Bantul.

"Data kunjungan wisatawan pada Hari Idul Fitri 1446 Hijriah (Senin (31/3) hingga  20.00 WIB tercatat 5.593 orang," kata Sub Koordinator Kelompok Subtansi Promosi Kepariwisataan Dinas Pariwisata Bantul Markus Purnomo Aji saat dikonfirmasi di Bantul, Selasa (1/4/2025).

Objek wisata pantai selatan Kabupaten Bantul terutama Pantai Parangtritis dan Depok masih menjadi tujuan utama wisatawan yang merayakan Lebaran di Bantul dan sekitarnya.

Sementara,  wisatawan yang lain berkunjung ke objek wisata alam yang ada retribusi.

"Untuk penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dari penarikan retribusi wisatawan di semua tempat pemungutan retribusi (TPR) objek wisata Rp80,5 juta," katanya.

Tingkat kunjungan wisatawan ke Bantul pada hari pertama Lebaran 2025 mengalami penurunan ketimbang dengan momen Lebaran 2024.

"Kunjungan wisatawan menurun 12 persen dibanding Lebaran hari pertama di tahun 2025 yang sebanyak 6.345 orang," katanya.

Jumlah kunjungan wisatawan ke Bantul mulai cuti bersama Lebaran 2025 atau selama empat hari terhitung mulai Kamis (27/3) sampai Senin (31/3) sebanyak 12.069 wisatawan dengan penerimaan PAD sebesar Rp173,7 juta.

"Data kunjungan juga mengalami penurunan sebesar 36 persen dibanding dengan periode yang sama pada Lebaran 2024 yang sebanyak 18.989 wisatawan," katanya.

Kontributor : Julianto

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak