Simbok Pejuang Receh: Kisah Haru Calon Haji Tertua Sleman, Puluhan Tahun Berjualan Demi Panggilan Ka'bah

Sekitar 1.178 calon jamaah haji akan berangkat ke tanah suci tahun 2025 ini.

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Minggu, 04 Mei 2025 | 11:11 WIB
Simbok Pejuang Receh: Kisah Haru Calon Haji Tertua Sleman, Puluhan Tahun Berjualan Demi Panggilan Ka'bah
Simbah Saudah (92) di rumahnya, Candirejo, RT 2 RW 14, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman. [Hiskia/Suarajogja]

SuaraJogja.id - Saudah, seorang lansia dari Candirejo, RT 2 RW 14, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman hanya tinggal selangkah lagi menuju tanah suci. Ia yang memasuki usia 92 tahun, tercatat sebagai calon haji tertua dari Kabupaten Sleman tahun ini.

Meski kakinya tak lagi sekuat dulu ketika masih sanggup menyusuri pasar dan ladang. Namun semangat untuk menunaikan rukun Islam kelima tidak pernah surut.

"Simbok itu pejuang receh," kata Kitri, menantu Saudah, saat mengenang masa-masa ketika mertuanya masih aktif berdagang sayur, Minggu (4/5/2025).

Setiap subuh, lanjut Kitri, mertuanya itu berangkat ke Pasar Colombo untuk berdagang sayur. Setelah pasar tutup dan dagangan habis, Saudah tak langsung pulang.

Baca Juga:Warisan Catur Keluarga: Kisah Inspiratif Shafira, dari Bidak di Tangan Hingga Piala Dunia

Dia justru menuju ladang untuk kemudian mencari dagangan lain seperti daun ketela atau nangka dari tetangga dan petani. Sehingga bisa dijual kembali keesokan harinya.

"Berhenti sekitar 2016, karena sudah sepuh. Anak-anak juga kasihan," ucap Kitri lirih.

Perjalanan ibadah haji ini bukanlah akhir dari sebuah hidup panjang, melainkan klimaks dari puluhan tahun kerja keras dalam diam.

Diungkapkan Kitri, bahwa Saudah sempat menunaikan umrah pada 2015, dan sejak itu angan-angan untuk kembali ke Tanah Suci terus tumbuh dalam dirinya.

Persiapan fisik Saudah yang kini tak lagi muda belia penuh tenaga tentu menjadi perhatian utama. Kendati demikian, menurut Kitri, dari hasil pemeriksaan terakhir, secara umum mertuanya sehat.

Baca Juga:Ngeri Kecelakaan di Depan Istana Boneka Sleman, Pengendara Motor & Pejalan Kaki Jadi Korban

Walaupun memang ada tanda bahwa detak jantung Saudah sempat melemah dan kakinya sering bengkak. Namun hal itu wajar mengingat usai Saudah yang sudah nyaris mencapai seabad.

"Namanya orang sepuh, terakhir periksa jantungnya detaknya agak ada penurunan fungsi. Terus kaki bengkak, itu ada pengobatan juga," ucapnya.

"Insya Allah semua bagus karena penurunan fungsi jantung itu kemudian dikasih vitamin sama kaki kemarin habis disuntik dan dikasih vitamin tulang juga, untuk semua sehat insya Allah," imbuhnya.

Semangat Saudah yang tidak pernah surut dibantu dengan upaya terbaik dari keluarga terus berjalan beriringan.

Hal itu dilakukan keluarga sebagai bentuk ikhtiar untuk memastikan beliau bisa menunaikan ibadah dengan tenang dan kembali dengan sehat.

"Insyaallah semua bagus. Kami percaya simbok diparingi sehat, banyak yang sayang sama simbok, banyak yang mendoakan," ujar Kitri dengan mata berbinar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak