Sistem Keamanan Pangan Bobol? Dosen Gizi Beberkan Penyebab Keracunan Massal di Program Makan Bergizi Gratis!

Penyelenggaraan makanan dalam jumlah besar memiliki risiko lebih tinggi terjadinya keracunan.

Muhammad Ilham Baktora
Kamis, 14 Agustus 2025 | 18:10 WIB
Sistem Keamanan Pangan Bobol? Dosen Gizi Beberkan Penyebab Keracunan Massal di Program Makan Bergizi Gratis!
Petugas Puskesmas memeriksa seorang siswi yang diduga keracunan menu MBG di Sleman, Rabu (13/8/2025). [Hiskia/Suarajogja]

SuaraJogja.id - Sejumlah kasus keracunan massal dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Yogyakarta.

Setelah menimpa siswa di Kulon Progo beberapa waktu lalu, kali ini ratusan siswa SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 3 dan SMP Pamungkas, Sleman juga mengalami keracunan MBG, Rabu (13/8/2025) kemarin.

Dosen Program Studi Gizi Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Nor Eka Noviani angkat suara.

Menurutnya, peristiwa ini terjadi dimungkinkan akibat lemahnya penerapan sistem keamanan pangan dalam program berskala besar yang melibatkan ribuan anak sekolah ini.

Baca Juga:Makan Bergizi Gratis Distop Sementara buntut Keracunan Massal di Sleman, Sampel Makanan Diuji Lab

Penyelenggaraan makanan dalam jumlah besar memiliki risiko lebih tinggi terjadinya keracunan.

Gejala seperti diare, mual, muntah, dan pusing, menurutnya, bisa menjadi indikasi serius terutama jika dialami banyak orang sekaligus atau masuk kategori kejadian luar biasa (KLB).

"Penyelenggaraan makanan dalam jumlah besar tentunya memiliki risiko lebih tinggi untuk terjadi keracunan. Kondisi ini merupakan bentuk kegagalan dalam sistem keamanan pangan dan ada indikasi cemaran mikrobiologis yang mungkin terjadi pada salah satu rantai penyelenggaraan makanan," ungkap dia.

Eka menyebut, potensi keracunan dapat muncul sejak tahap awal pemilihan bahan makanan, proses pengolahan, hingga distribusi.

Selain itu masalah hygiene dan sanitasi penjamah makanan, persyaratan bangunan, fasilitas sanitasi, peralatan, ketenagaan, dan kualitas makanan itu sendiri yang juga bisa jadi pemicu.

Baca Juga:Jumlah Siswa Keracunan di Tiga Sekolah Sleman Bertambah Jadi 178 Orang

Titik kritis rawan berada pada proses pemasakan dan pendistribusian.

Pemasakan dalam jumlah besar memerlukan peralatan memadai agar proses dapat dilakukan sekali masak, sehingga makanan tidak terlalu lama menunggu sebelum sampai ke siswa.

"Durasi holding time atau lama penyimpanan makanan juga menjadi titik kritis. Maksimal empat jam, lebih dari itu sebaiknya dipanaskan ulang. Makanan panas yang langsung ditutup bisa memerangkap uap panas, membentuk embun, lalu menurunkan suhu secara perlahan. Pada suhu berbahaya di bawah 60°C, bakteri dapat tumbuh lebih cepat," ungkapnya.

Eka menilai beberapa aspek perlu segera dievaluasi, mulai dari adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pemilihan bahan, produksi, hingga distribusi makanan.

Pemantauan suhu dan holding time menjadi kunci agar makanan tidak terlalu lama tersimpan di dapur sebelum dikirim ke sekolah.

Ia merekomendasikan penerapan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) untuk mencegah, mengendalikan, dan meminimalkan risiko bahaya keamanan pangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak