Detik-Detik Demo Jogja jelang Pagi: Sejumlah Korban Tumbang, Alami Sesak Napas Akibat Gas Air Mata

Relawan dan tim medis bersiaga di Pendopo Kalurahan Condongcatur, Sleman.

Muhammad Ilham Baktora
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 03:20 WIB
Detik-Detik Demo Jogja jelang Pagi: Sejumlah Korban Tumbang, Alami Sesak Napas Akibat Gas Air Mata
Sejumlah tim medis mengevakuasi korban yang sesak napas di aksi Jogja Memanggil di Polda DIY, Sabtu (30/8/2025). (Instagram)

SuaraJogja.id - Demo Jogja Memanggil masih berkecamuk meski hanya tersisa sebagian massa di sekitar markas Polda DIY, Sabtu (30/8/2025).

Gas air mata dari polisi terus dilepaskan dan menyebabkan beberapa korban. Kebanyakan korban dari massa mengalami sesak napas dan dilarikan ke Pendopo Kalurahan Condongcatur.

Hingga pukul 03.00 WIB, massa masih bertahan dan sesekali melepaskan petasan ke arah kerumunan polisi.

Tak sedikit beberapa massa mengendarai motor untuk membawa temannya yang sudah lemas akibat gas air mata.

Baca Juga:Beda Gaya Demonstran Jogja, Kawal Mobil Sultan Saat Aksi Membara di Polda DIY

Untuk lokasi medis sendiri relawan gabungan dari PMI, Puskesmas dan relawan DIY lainnya berpusat di Pendopo Kalurahan Condongcatur, Sleman.

Beberapa relawan menerima kedatangan korban untuk ditangani dan rata-rata mengalami sesak napas selama melakukan aksi.

Sri Sultan HB X Turun Tangan

Sultan mengaku menghargai semangat masyarakat, mahasiswa, dan pengemudi ojek online (ojol) dalam memperjuangkan hak dan aspirasi politiknya.

Namun ia menekankan pentingnya demokrasi yang dijalankan tanpa kekerasan.

Baca Juga:Sultan Datangi Mapolda DIY saat Aksi Demo Jumat Malam Ini

"Saya menghargai apa yang Anda semua lakukan. Apa yang Anda semua lakukan itu salah satu dari keinginan kita bersama untuk tumbuhnya demokratisasi di Jogja. Saya pun sepakat dengan itu," kata Sultan

Namun demikian, Sultan mengingatkan bahwa proses demokrasi seharusnya ditempuh dengan cara yang mendidik dan menjauhkan diri dari tindak kekerasan.

"Hanya saya berharap demokratisasi itu dilakukan dengan baik untuk mendidik kita semua termasuk diri saya pun juga. Karena apalagi Yogyakarta ini tidak ada kebiasaan selalu terjadi kekerasan-kekerasan di dalam membangun demokrasi," tegasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?